Label

Kamis, 07 Juni 2012

SETNEG LANJUTKAN OPTIMALISASI ANGGARAN PEMBANGUNAN



Kementerian Sekretariat Negara selalu berusaha untuk mengedepankan optimalisasi anggaran pembangunan dengan meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran dan melanjutkan kebijakan penghematan di seluruh kegiatan. Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Sudi Silalahi menyebutkan bahwa APBN-P Kementerian Sekretariat Negara mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu Rp 628.856.660.000,00 (enam ratus dua puluh delapan miliar delapan ratus lima puluh enam juta enam ratus enam puluh ribu rupiah) setelah ditetapkan oleh Menteri Keuangan menjadi sebesar Rp1.977.196.019.000,00 (satu triliun sembilan ratus tujuh puluh tujuh miliar seratus sembilan puluh enam juta sembilan belas ribu rupiah). Pemotongan anggaran belanja tersebut lebih besar dari pemotongan yang telah ditetapkan Menteri Keuangan.Perubahan anggaran ini terjadi akibat pemotongan anggaran belanja Kementerian Sekretariat Negara sebesar Rp 88.027.016.000,00 (delapan puluh delapan miliar dua puluh tujuh juta enam belas ribu rupiah), lebih besar dari pemotongan yang telah ditetapkan Menteri Keuangan, serta penambahan anggaran yang merupakan realokasi belanja untuk keperluan biaya administrasi pengadaan pesawat kepresidenan tahun 2012.
Selain penambahan tersebut, Bagian Anggaran 007 Kementerian Sekretariat Negara juga telah memperoleh realokasi belanja dari Bagian Anggaran 999.08 untuk Satker UP4B tahun 2012 sebesar Rp 90.708.462.000,00 (sembilan puluh miliar tujuh ratus delapan juta empat ratus enam puluh dua ribu rupiah).Dengan memperhitungkan beragam penyesuaian alokasi anggaran tahun 2012, yang meliputi APBN-P, maka alokasi anggaran Kementerian Sekretariat Negara tahun 2012 mengalami penurunan 21,02 persen dari alokasi anggaran tahun 2012. Dalam kesempatan tersebut, Mensesneg Sudi Silalahi juga menjelaskan kepada Komisi II DPR RI mengenai langkah nyata Kementerian Sekretariat Negara dalam mendukung kebijakan penghematan energi dan mengurangi ketergantungan pada BBM. Salah satunya menurut Sudi, saat ini kendaraan dinas operasional Sekretariat Negara selain akan dikonversi menggunakan bahan bakar gas, sebelumnya kendaraan bagi dinas bagi pejabat eselon I dan II telah menggunakan bahan bakar pertamax sejak 2010. Rapat kerja dengan Komisi II DPR RI ini, selain dihadiri oleh Menteri Sekretariat Negara, tampak Sekretaris Kabinet Dipo Alam, beserta jajaran pejabat eselon I dan II dari lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar