Label

Selasa, 05 Juni 2012

ADMINISTRASI NEGARA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Administrasi menurut Wijana adalah rangkaian semua organ-organ negararendah dan tinggi,yang bertugas menjalankan pemerintahan, pelaksanaan, dankepolisian. Dalam konsep ini berarti rangkaian organ-organ tersebut pastimengalami evolusi atau perubahan dan perkembangan dalam rangkamencapai susunan maupun pelaksanaan administrasi yang lebih baik.Diawali dengan dikenalnya sistem administrasi pertama kali di Negara MesirKuno, administrasi terus mengalami perubahan serta perbaikan-perbaikanhingga zaman modern dan sekarang (abad 20).Dalam pelaksanaan administrasi negara yang merupakan tata carapelaksanaan organ-organ pemerintahan, di dalamnya pasti terdapat politik yang berjalan. Dimana politik ini ditujukan sebagai kekuatan kekuasaanpemerintah, bagaimana mereka menerapkan apa saja keinginannya dalampemerintahan.Maka berpegang pada konsep tersebut, dalam makalah ini penulis inginmenelaah lebih dalam mengenai perkembangan administrasi Negara, padazaman modern khususnya. Serta menelusuri seberapa besar politik berpengaruh dalam administrasi negara pada masa itu

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, adapun masalah yang dapatdirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perkembangan administrasi negara modern itu berlangsung ?
2. Seberapa besarkah pengaruh politikdalamperkembangan administrasi negaramodern
1.3 Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui dan memahami keberlangsungan perkembanganadministrasi negara modern.
2.Untuk mengetahui dan memahami seberapa besar pengaruh politik dalamperkembangan administrasi negara modern.
1.4 Metode Pendekatan Masalah
Untuk membuat makalah ini penulis menggunakan metode kajian pustakadengan mencari sumber-sumber referensi yang sesuai dengan pembahasan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dari Judul2.1.1 Kajian Mengenai Administrasi Negara

Administrasi Negara merupakan salah satu cabang dari ilmuadministrasi. Administrasi negara juga mempunyai banyak sekalidefinisi, yang secara umum dapat dibagi dalam dua kategori. Pertama,definisi yang melihat administrasi negara hanya dalam lingkunganlembaga eksekutif saja. Dan kedua, definisi yang melihat cakupanadministrasi negara meliputi semua cabang pemerintahan dan hal-halyang berkaitan dengan publik.Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara denganlingkungan sosialnya. Di antara berbagai unsur lingkungan sosial, unsurbudaya merupakan unsur yang paling banyak mempengaruhipenampilan (performance) administrasi Negara.Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa terdapat tali sejarah yangmerakit perkembangan administrasi negara. Apa yang dicapai dandiberikan oleh administrasi negara sekarang, tidak lepas dari upaya-upaya yang tidak kenal lelah yang telah dilakukan oleh para peletak dasar dan pembentuk administrasi yang dahulu.Administrasi modern penuh dengan usaha untuk lebih menekan jabatanpublik agar mempersembahkan segala kegiatannya untuk mewujudkan
kemakmuran dan melayani kepentingan umum. Karena itu, administrasi negara tidak dipandang sebagai administrasi “of the public”, tetapisebaliknya adalah administrasi “for the public”. 1Ide ini sebenarnya bukanlah baru. Orientasi semacam ini telahdicanangkan
dengan jelas dalam ajaran Confusius dan dalam “PidatoPemakaman” Pericles, bahkan
dalam kehidupan bangsa Mesir kuno.Bukti - bukti sejarah dengan jelas membuktikan upaya-upaya yangsistematis, yang dikobarkan oleh tokoh-tokoh seperti Cicero danCasiodorus. Selama abad ke-16 - 18 tonggak kemapanan administrasinegara Jerman dan Austria telah dipancangkan oleh kaum Kameralisyang memandang administrasi sebagai teknologi. Administrasi negara juga memperoleh perhatian penting di Amerika, terutama setelah negaraini merdeka.Apa yang dikemukakan oleh Cicero dalam De Officiis misalnya, dapatditemukan dalam kode etik publik dari kerajaan-kerajaan lama. Halyang umum muncul di antara mereka adalah adanya harapan agaradministrasi negara melakukan kegiatan demi kepentingan umum danselalu mengembangkan kemakmuran rakyat. Dengan kata lain,administrasi negara tidak seharusnya mengeruk kantong kantornya(korupsi) demi kepentingan dirinya sendiri.
Muh Aswar ,
“Ilmu Administrasi Negara ,” Administrasi , diakses dari

2.1.2 Kajian Mengenai Negara Modern
Negara adalah suatuwilayahdipermukaanbumiyangkekuasaannyabaik politik,militer,ekonomi,sosialmaupunbudayanyadiatur olehpemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Sedangkan Negara modern sendiri ialah Negara yang memiliki ciri-ciri:
1.Corak Negara adalah “Welfare State”, suatu negara yangmengutamakan kepentingan seluruh rakyat.
2.Ekonomi liberal telah diganti dengan system ekonomi yanglebih dipimpin oleh pemerintah pusat (central geleideekonomie). 
3.Staatsonhouding telah diganti dengan staatsbemoeienis artinyanegara ikut campur dalam semua lapangan kehidupanmasyarakat
.4.Tugas dari suatu Welfare State adalah “Bestuurszorg” yaitumenyelenggarakan kesejahteraan umum.
5. Tugas negara adalah menjaga keamanan dalam arti luas yaitukeamanan sosial disegala lapangan kehidupan masyarakat.

2.1.3 Pengertian Mengenai Politik
Politik adalahprosespembentukan dan pembagiankekuasaandalammasyarakatyang antara lain berwujud prosespembuatan keputusan, 
Wikipedia , “Negara,” Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Negara, pada tanggal 4 November 2010.
Saepudin , “Pengertian Hukum Administrasi Negara,” Saepudin Onli
Pengertian ini merupakan upayapenggabungan antara berbagaidefinisiyang berbeda mengenaihakikatpolitik yang dikenal dalamilmu politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secarakonstitusionalmaupunnonkonstitusional. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda,yaitu antara lain: Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraanpemerintahan dan negara Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkandan mempertahankan kekuasaan di masyarakat Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan danpelaksanaankebijakan publik. 

2.2 Analisa Masalah2.2.1 Perkembangan Administrasi Negara Modern
Perkembangan evolusioner administrasi negara diuraikan melaluipendekatan tradisional, pendekatan perilaku (behavioral), pendekatanpembuatan keputusan (desisional) dan pendekatan ekologis.
4Wikipedia ,
“Politik,” Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Politik, pada tanggal 4 November 2010.

A. Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional mengungkapkan tentang pengaruh ilmu politik dalam 3 hal Sebagai Induk Administrasi NegaraPada awal tahun 1900 tumbuh kehendak untuk mempertimbangkanadministrasi Negara sebagai satu studi yang mandiri. Hal ini tercerminpada adanya dichotomi antara administrasi dan pebuat kebijaksanaan.Hal ini merupakan hasil pemikiran dan persepsi mengenai prosespemerintahan.Ada yang berpendapat bahwa proses pemerintahan demokratis meliputi2 tahap:1. Tahap Penentuan KebijaksanaanPada umumnya dilakukan secara periodik dalam bentuk pemilihanumum.2. Tahap Pelaksanaan KebijaksanaanTelah ditetapkan dalam tahap penentuan kebijaksanaan. Administrasihanya berkaitan dengan tahap kedua saja. Pandangan Rasional dalam AdministrasiPandangan rasional menekankan pentingnya pengembangan prinsip-prinsip administrasi yang memiliki kemudahan-kemudahan penerapanuniversal, contoh: planning, organizing, actuating, controlling. Yangdipentingkan adalah pengaturan fungsi dan kewajiban secara sistematisdan teratur. Pandangan rasional Berjaya pada tahun 1990-an. Dalilpokoknya adalah tercapainya efisiensi dan ekonomisnya pemerintahan Pengaruh Gerakan Manajemen IlmiahPelopor gerakan ini adalah seorang insinyur muda yang bernamaFrederick Taylor.Tumpuan pemikiran dari manajemen ilmiah adalah penelahaanmengenai waktu dan gerak. Alat yang dipergunakan untuk mengukuraktivitas kerja, misalnya: skala, statistik, dan sebagainya.Para pendukung penerapan manajemen ilmiah berkeyakinan bahwaanalisa ilmiah akan mampu menemukan satu cara yang paling baik dalam dan untuk pelaksanaan sesuatu kegiatan.Tekanan yang diberikan oleh aliran ini adalah pada faktor strukturorganisasi dan manajemen personalia.Mulai tahun 1990 gerakan atau aliran ini memasuki dunia pemerintahanAmerika.

B. Pendekatan Perilaku (Behavioral)
Behaviorisme ini merupakan istilah yang diambil dari karya seorangpsikolog, John B. Watson tahun 1925.Pendekatan behavioral memusatkan perhatian pada cara orangbertingkah laku dalam situasi dan kondisi organisasi yang sungguh-sungguh nyata.Para penganut behavioral tidak lagi menekankan efisiensi sebagaitujuan primer organisasi karena mereka percaya bahwa organisasimerupakan satu sistem sosial
Sebagai suatu sistem sosial, setiap organisasi mengandung interaksi,konflik, yang semua faktor itu harus dipelajari agar dapat dipahamibagaimana suatu organisasi berfungsi.Akibatnya adalah administrasi dianggap sebagai penelahaan yangmemiliki berbagai disiplin seperti psikologi,sosiologi,dan ilmu-ilmulainnya.

C. Pendekatan Pembuatan Keputusan (Desisional)
Menurut Nigro, setelah Perang Dunia II, seluruh konsep administrasiNegara sudah diperluas. Perhatian baru dicurahkan pada masalahpembuatan keputusan.Pendekatan Pembuatan Keputusan memandang organisasi sebagai suatuunit yang terdiri dari banyak situasi yang perlu diputuskan. Dimanaadministrator adalah sebagai pembuat keputusan. Dalamperkembangannya, administrasi memberikan perhatian yang lebih besarterhadap usaha perbaikan seluruh aspek system pembuatan keputusan(kebijaksanaan publik) untuk memberi peluang bagi keputusan yanglebih baik seperti teknologi maupun personalia.

D. Pendekatan Ekologis
Pendekatan ekologis membahas hubungan-hubungan organisasi antaralingkungan eksternal dan internal dan kekuatan-kekuatan yangmenentukan perubahan interdependensi.Fred Riggs dan Ferrel Heady berkesimpulan bahwa lembaga-lembagaadministrasi akan lebih mudah dipahami jika dilakukan denganmelakukan identifikasi mengenai kekuatan yang melingkarinya,lembaga-lembaga dan kondisi yang membentuk mempengaruhinya
Di antara empat pendekatan yang diajukan, tidak ada satu punpendekatan yang lebih unggul daripada pendekatan-pendekatan yanglain, karena setiap pendekatan berjaya pada sesuatu masa, di sampingkesadaran bahwa setiap pendekatan mempunyai kelebihan dankekurangan.Karena administrasi mengandung berbagai macam disiplin, sehinggacara pendekatan dan metodologi dalam administrasi juga beranekaragam, maka administrasi negara merupakan bidang kajian yangdinamis. Selanjutnya sukar untuk secara khusus menerapkan satu-satunya pendekatan terbaik terhadap aspek administrasi tertentu.Kiranya lebih bermanfaat untuk mempergunakan keempat carapendekatan tersebut sesuai dengan aksentuasi dari sesuatu gejala yangdiamati.

2.2.2 Pengaruh Politik dalam Perkembangan AdministrasiNegara Modern
Pengaruh politik terhadap administrasi negara selalu besar, tidak pedulikapan pun masanya. Hal ini disebabkan oleh adanya gejala di semuanegara yang menunjukkan bahwa setiap pemerintah disusun di atas tigacabang pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif). Legislatif adalahbadan deliberatif pemerintahdengan kuasa membuathukum.  Legislatif dikenal dengan beberapa nama, yaitu parlemen,kongres,dan asembli nasional. Dalamsistem Parlemen,legislatif adalah badan
Wikipedia , “Legislatif,” Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Legislatif , pada tanggal 4 November 2010.

Dalamsistem Presidentil,legislatif adalah cabang pemerintahan yang sama, dan bebas, dari eksekutif.Sebagai tambahan atas menetapkan hukum, legislatif biasanya jugamemiliki kuasa untuk menaikkan pajak dan menerapkan budget danpengeluaran uang lainnya. Legislatif juga kadangkala menulisperjanjian dan memutuskan perang.Eksekutif adalah cabangpemerintahanbertanggungjawabmengimplementasikan, atau menjalankanhukum. Sedangkan Yudikatif adalah lembaga yang memegang kekuasaan di bidang kehakiman. Lembaga ini bebas dari campur tangan siapapun. Lembaga yudikatif  juga yang menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dankeadilan.Hubungan terus menerus administrasi dengan politik mencerminkankeberlanjutan hubungan antara lembaga eksekutif dengan lembagalegislatif, sebagaimana dicerminkan dalam dua tahap pemerintahan,yakni tahap politik dan tahap administrasi. Jika tahap pertamamerupakan tahap perumusan kebijakan, maka tahap kedua merupakantahap implementasi kebijakan yang telah ditetapkan dalam tahappertama.

Wikipedia , “Eksekutif,” Wikipedia Ensiklopedia Bebas , diakses dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Eksekutif , pada tanggal 4 November 2010.
Ekowinarto , “ Bab 5 Sistem Pemerintahan Pusat,” Top PDF Files , diakses dari 

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan, adapun hal-hal yang dapatdisimpulkan adalah sebagai berikut:
1.Perkembangan evolusioner administrasi negara diuraikan melaluipendekatan tradisional, pendekatan perilaku (behavioral), pendekatanpembuatan keputusan (desisional) dan pendekatan ekologis.
2.Pendekatan tradisonal menekankan kepada 3 aspek yaitu ilmu induk,pandangan rasional mengenai administrasi, dan gerakan manajemen ilmiah.
3.Politik selalu besar pengaruhnya terhadap administrasi negara tidak pedulikapanpun masanya.

3.2 Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan penulis adalah sebagai berikut:
1.Mengingat politik merupakan salah satu hal yang mempengaruhiadministrasi negara maka diharapkan suatu negara menerapkan sistempolitiknya dengan baik serta mengedepankan kepentingan masyarakatnegara.
2.Agar penelusuran terhadap perkembangan administrasi negara moderndilakukan lebih dalam lagi untuk dapat lebih memahami administrasi negarasecara mendalam


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar