Label

Senin, 14 Mei 2012

PENGEMBANGAN WILAYAH


 PENGEMBANGAN WILAYAH



Tujuan:   meningkatkan atau menciptakan dayaguna secara berkelanjutan khususnya untuk kepentingan penduduk

Contoh menciptakan dayaguna
Lahan rawa yang belum berdayaguna dikelola sehingga berdayaguna untuk memelihara ikan, selain itu ada tujuan lain, agar rawa tidak menjadi pertumbuhan nyamuk.

Ukuran dayaguna:
  1. Menurut kemungkinan sebagai permukiman yang layak
  2. Produksi barang, bahan atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan manusia
  3. Kapasitas menghasilkan pendapatan

Yang tidak tergantung oleh penduduk : keadaan biofisik/keadaan alam

Untuk mengukur dayaguna perlu memperhatikan berbagai keadaan:
  1. Biofisik
  2. Sosial
  3. Budaya
  4. Ekonomi
Sehingga dapat membawa peluang bagi penerapan pranata sumberdaya dan kimah (aset).

Konsep pendayagunaan wilayah bersumber pada cerapan (persepsi):
  1. Wilayah merupakan perwujudan sumberdaya dan kimah (aset).
Dalam hal ini penggunaan wilayah harus mengikuti kemampuan atau kesesuaian lahan.  Dengan demikian tidak terjadi konflik penggunaan lahan.
  1. Prospek jangka panjang ke masa depan, dengan ciri:
    • Antisipatif
    • Aditif
    • Lentur
    • Optimisasi
  2. keterlanjutan manfaat
dengan syarat mendampingkan secara sinergistik, upaya produksi (jaminan manfaat) dengan upaya konservasi (jaminan memperoleh keselamatan)

Tataguna lahan
Yaitu pengembangan wilayah yang diberi makna lahan menempatkan kegiatan-kegiatan di bagian-bagian lahan yang sesuai untuk kegiatan bersama

Sasaran pengembangan wilayah
Orientasi dayaguna wilayah, memperoleh manfaat total sebaik-baiknya menurut prospek jangka panjang.

Upaya optimisasi mengikuti berbagai kaidah:
  • Menggunakan setiap bagian wilayah sesuai dengan harkat masing-masing.
Dalam hal ini berusaha untuk membatasi usikan manusia atas alam lingkungan (kaidah konservasi).  Dengan ini mengarah kepada keterlanjutan dan keanekaan manfaat (konsep sosial), menghemat sarana dan prasarana (kaidah ekonomi).
  • Pola menempatkan berbagai bentuk penggunaan wilayah mengikuti asas kompatibilitas (tidak saling mengganggu) antar bentuk. Di sini merupakan konsep pengembangan peluang.
  • Menganalisis keadaan aktual tidak untuk menentukan kekahatan (defisiensi) terhadap keadaaan yang diinginkan, tetapi untuk menentukan peluang untuk mencapai tujuan akhir.  Dalam hal ini merupakan konsep prtumbuhan sebagai proses sinambung berjangka panjang (tujuan masa depan).

Tataguna lahan merupakan piranti pokok dalam pengembangan wilayah, yaitu upaya untuk mencapai optimisasi dalam pemanfaatan wilayah.  Adapun tataguna lahan merupakan pengarahan penggunaan lahan yang didasarkan atas kemampuan lahan.

Untuk membuat rancangan tataguna lahan diperlukan langkah kerja:
  1. Menetapkan komponen-komponen lahan yang perlu dianalisis perannya dalam menentukan harkat lahan
  2. Menetapkan hirarki atau urutan kepentingan peranan komponen dan interaksi antar komponen
  3. Kerentanan indikator mutu lahan terhadap perubahan keadaan lingkungan alami.  Membutuhkan indikator yang mudah berubah karena perubahan keadaan lingkungan
  4. Daya tangkap indikator mutu lahan terhadap masukan teknologi
Dalam merancang tataguna lahan tidak cukup hanya keadaan lingkungan biofisik alami saja, akan tetapi juga perlu memperhatikan keadaan sosial ekonomi seperti kepadatan penduduk, taraf pengelolaan, pendidikan dan kebudayaan.

PENGEMBANGAN KAWASAN

Tujuan Pengembangan Kawasan:
Pengembangan kawasan Permukiman yang didasarkan asas tataguna lahan adalah:
  • Semua orang akan setuju bahwa kehidupan dasar bagi manusia adalah: pangan dan air  sehingga kegiatan apapun di kawasan yang melibatkan manusia sebagai pengelola tidak akan berhasil jika ketersediaan pangan dan air tidak diperhatikan.
  • Perlu pengharkatan lahan yang menentukan kemampuan lahan dalam menghasilkan pangan dan memasok air.  Menurut ukuran dunia, dalam hal masyarakat yang sedang berkembang, bahan pangan merupakan yang utama dalam bentuk nabati.  Pakan ternak (hijauan) juga dari bahan nabati.  Sehingga pertanian seagai penghasil pokok nabati perlu dikembangkan.  Ada yang mengatakan bahwa cropland merupakan sumberdaya yang strategis tidak kalah penting dari minyak dan tentara.

Tataguna Lahan merupakan pengarahan penggunaan lahan dengan kebijakan dan program tata keruangan untuk memperoleh manfaat total sebaik-baiknya secara berkelanjutan dari daya dukung tiap bagian lahan yang tersediakan.

Tataguna lahan bukan teknik penggunaan lahan akan tetapi merupakan petunjuk kebijakan dan program penggunaan lahan.  Sehingga bentuk tataguna lahan dapat berbeda-beda dengan tempat-tempat yang berlainan.  Program tersebut dibuat sesuai dengan kemampuan lahan yang akan diatur.  Untuk dapat membuat tersebut harus tahu ciri-ciri dan sifat tanah yang bersangkutan yang menentukan penggunaan lahan yang bersangkutan.  Jadi evaluasi lahan untuk dapat menetapkan kebijakan dan program pengembangan.  Sehingga hasil evaluasi dipakai untuk pijakan dalam penggunaan lahan.

Tatguna lahan:
  • Diawali pengharkatan lahan yang dipandu wawasan lingkungan, sehingga lahan nantinya tidak rusak.
  • Menggunakan tata ruang sebagai sarana, tetapi bukan tujuan.
  • Pengarahan penggunaan lahan dengan kebijakan umum dan program tersebut untuk memperoleh manfaat total sebaik-baiknya secara sinambung dari kemampuan total lahan yang disediakan.
  • Menggunakan konsep kecukupan, asas penawaran dan permintaan. Penawaran merupakan apa yang dapat ditawarkan.  Sedang permintaan adalah apa yang diinginkan oleh manusia.  Sehingga konsep kecukupan ini sama dengan hukum ekonomi.  Dengan mengharkatkan lahan maka akan tahu apa yang ditawarkan oleh lahan.

Tataguna Lahan menyiratkan:
1.    Kelangsungan interaksi optimum antara intensitas kegiatan dan kemampuan lahan. Kalau melampaui, maka lambat laun akan terjadi kerusakan.  Akan tetapi kalau intensitas rendah menyebabkan tidak efisien, atau produktifitas rendah.
2.    Menempatkan jumlah maksimum penggunaan lahan yang tidak deterioratif dan kompatibel (saling mendukung) antar pengguna lahan.
3.    Ada keseimbangan antara keuntungan individu dengan masyarakat.
4.    Keterlanjutan fungsi sumberdaya lahan


Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan Penatagunaan Tanah dan Pengaturan Penguasaan Tanah:

Penatagunaan Tanah: 

UU No.5/1960 tentang Pokok-pokokAgraria 
UU No.4/1982 tentang Ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup 
PP No.36/1998 tentang Penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar 
PP No.9/1987 tentang Penyediaan dan penggunaan tanah untuk keperluan tempat pemakaman 
PP No.23/1982 tentang Irigasi 
Keppres No.32/1990 tentang Pengelolaan kawasan lindung 
Keppres No.57/1989 tentang Tim koordinasi pengelolaan tata ruang Nasional 
Peraturan MNA/KaBPN No.2/1999 tentang Ijin Lokasi 

Pengaturan Penguasaan Tanah: 

UU No.56/1960 tentang Penetapan luas tanah pertanian 
PP No.224/1961 tentang Pelaksanaan pembagian tanah dan pemberian ganti kerugian 
PP No.4/1977 tentang Pemilikan tanah secara guntai (absentee) bagi para pensiunan pegawai negeri 
Keppres No.55/1980 tentang Organisasi dan tata kerja penyelenggara landreform 
PMDN No.15/1974 tentang Pedoman tindak lanjut pelaksanaan landreform


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar