Label

Senin, 14 Mei 2012

PEMILIKAN PERUSAHAAN




Pada hakekatnya pemilikan merupakan hak seseorang untuk mendapatkan hak milik yang syah dengan menggunakan kekayaan, orang, menguasai dan menikmati keuntungan dari pemilikan.
Bentuk-bentuk pemilikan perusahaan
Bentuk pemilikan dapat mempengaruhi berhasilnya perusahaan dalam membentuk organisasi dan kemudian operasinya serta reorganisasinya. Maka ada bebearapa factor-faktor yang harus dipertimbangkan yaitu :
1.      Tipe usahanya, misalnya perdagangan atau produksi
2.      Luas operasi atau volume usahanya dan luas pasar yang dilayani
3.      Pengawasan manajaemen
4.      Besarnya risiko pemilikan dan batas-batas tanggung jawab terhadap hutang-hutang perusahaan
5.      Jumlah capital yang diperlukan baik mula-mula maupun untuk ekspansi
6.      Pembagian keuntungan di antara pemilik-pemilik
7.      Lama berdirinya perusahaan (yang diijinkan)
8.      Kebebasan-kebebasan (relatif) terhadap peraturan-peraturan pemerintah
9.      Rencana luas organisasi intern
10.  Keuntungan yang diinginkan

Badan usaha perseorangan adalah perusahaan yang diawasi oleh seorang. Ia memperoleh semua keuntungannya, tetapi menanggung semua risiko yang ada.
Kebaikan badan usaha perseorang ini adalah :
1.      Mudah membentuk dan membubarkannya
2.      Bekerjanya sangat sederhana
3.      Manajemen fleksibel
4.      Pemilik menerima semua keuntungan dan ini merupakan dorongan baginya

Keburukan-keburukanya ialah :
1.      Tanggung jawab tidak terbatas
2.      Tidak tentu masa hidupnya
3.      Kesulitan dalam menambah capital
4.      Terbatasnya manajemen

Firma
Berdasarkan pasal  16 Kitab undang-undang hukum dagang yang berbunyi :
“Firma adalah persekutuan bagi menjalankan perusahaan di bawah nama bersama”
Bentuk firma ini membawa kebaikan-kebaikan sebagai berikut :
1.      Prosedur pendirian mudah
2.      Kemampuan financial lebih besar sebab merupakan gabungan modal dari beberapa orang sehingga mudah memperoleh kredit
3.      Keputusan bersama dan diadakan pertimbangan-pertimbangan diantara para firman. Dengan demikian dimungkinkan adanya keputusan yang lebih baik.
4.      Status hukum tertentu.
5.      Dapat diadakan pembagian kerja di antara para firman menurut kecakapan dan keahlian dari masing-masing firman.

Sedangkan keburukan-keburukannya adalah :
1.      Tanggung jawab tak terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan
2.      Kommunitas perusahaan tidak terjamin sebab apabila seorag forman keluar, otomatis firma menjadi bubar.
3.      Wewenang dibagi-bagi pada beberapa orang dimana masing-masing firman adalah pemilik dan juga pimpinan perusahaan, jadi wewenannya sama.
4.      Mengandung baya adanya kemungkinan bahwa firman tidak memenuhi persetujuan.

Perseroan Komanditer (CV)
CV adalah suatu bentuk perjanjian kerjasama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang berseia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya dengan orang-orang yang memberika pinjaman yang tidak bersedia (komandit) memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikutsertakan dalam perusahaan tersebut.

Kebaikan-kebaikan perseroan komanditer ini ialah :
1.      Pendirianya mudah
2.      Lebih banyak modal yang dikumpulkannya
3.      Kemampuan untuk mendapatkan kredit lebih baik
4.      Manajaemen dapat didiversifikasikan
5.      Kesempatan ekspansi lebih banyak

Keburukannya ialah :
1.      Tanggung jawab yang tidak terbatas
2.      Masa hidup tidak tentu
3.      Kekuasaan dan pengawasan kompleks
4.      Sukar untuk menarik kembali investasinya

Perseroan komanditer ini anggota-anggotanya dapat digolongkan ke dalam :
1.      Sekutu umum (general partner) yaitu pemilik yang mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas, umumnya sanngat aktif dalam manajemen
2.      Sekutu terbatas (limited partner) yang memiliki tanggung jawab terbatas dan juga aktif dalam manajemennya.
3.      Sekutu diam meliputi “silent partner” secret partner, doramant / steeping partner dan nominal partner.


4.      Senior dan junior partner / member
Sekutu senior ialah sekutu yang sudah lama bekerja dalam badan usaha dengan investasi yang relative banyak.

Bentuk-bentuk khusus partnership (persekutuan)
Ada empat bentuk persekutuan :
1.      Joint venture
2.      Limited partnership
3.      Limited partnership association
4.      Joint stock company

Joint venture
Ini merupakan bentuk yang tertua dari partnership. Salah satu cirri joint venture pada umumnya ialah bahwa mereka ini bubar setelah tugas mereka selesai atau proyek-proyek itu selesai.

Limited partnership
Cirri khusus dari bentuk ini ialah terbatasnya tanggung jawab dari para partner.

Limited partnership association
Inmi merupakan bentuk campuraan antara partnership dan perseroan terbatas. Pemilik-pemiliknya adalah sekutu-sekutu tersebut. Saham-saham dikeluarkan diambil sekutu dan tidak dapat diperjualbelikan.
Joint stock company
Persekutuan komanditer yang mengeluarkan saham atau sering disebut dengan quasi PT. saham dalam jpinmt stock company ini bebas dijual, pemegang saham bertanggung jawab tidak terbatas.

Perseroan Terbatas (PT)
Masalah-masalah yang ditimbulkan PT :
1.      Bahwa dengan timbulnya perusahaan-perusahaan raksasa maka perusahaan-perusahaan kecil akan kalah bersaing sehingga kekayaan terpusat pada beberapa perusahaan yang besar-besar.
2.      Dengan timbulnya perusaah besar, maka kebebasan seseorang akan terbatas, karena perusahaan-perusahaan itu bukan lagi milik seseorang, tetapi adalah milik banyak orang.

Arti PT
PT merupakan suatu kumpulan-kumpulan orang-orang yang diberi hak dan diakui oleh hukum mencapai suatu tujuan tertentu.

Peran pemegang-pemegang saham
Pemegang saham sebagai pemilik PT mempunyai hak-hak tertentu. Yang terpenting adalah :
1.      Menentukan manajemen yang tidak memihak (untuk kepentingan seluruh pemegang saham)
2.      Mengumumkan pembagian laba (dividen) bila ada (melalui dewan direksi)
3.      Menyetujui tambahan saham, sebelum saham-saham dijual
4.      Meneliti jalannya perusahaan / catatan-catatan perusahaan
5.      Penentuan modal dasanya
6.      Memilih direksi

Saham yang dikeluarkan umumnya ada dua yaitu :
Sahan biasa (common stock) dan saham preferensi (preferred stock), kadang-kadang dikeluarkan obligasi (pinjaman biasa) dalam keadaan tertentu.

Pengaruh Manajemen
Pemegang saham cenderung tidak mau tahu perihal manajemen perusahaan (indifferent) dan mungkin melimpahkan kuasa pada orang lain untuk memilih manajemen (proxy) atau manajemen yang terdahulu diakui secara aklamasi untuk terus memimpin.

Kebaikan manajemen suatu PT
1.      Kemungkinan untuk hidup hanya lama sebagai badan hukum dapat menjamin pemegang saham
2.      Terbatasnya tanggung jawab, dimana kerugian ditanggung terbatas pada jumlah yang ditanam dalam perusahaan
3.      Pembagian pemilikan dalam jumlah yang kecil, menariak penanaman modal dari segala lapisan masyarakat.
4.      Saham mudah diperjualbelikan
5.      Mudah menarik capital yang besar, hal ini memudahkan perusahaan untuk mengadakanm ekspansi
6.      Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber-sumber capital secara efisien.

Keburukan-keburukannya
1.      Kesilitanb / ongkos-ongkos pembentukannya yang relative tinggi
2.      Bebannya banyak, harus mengadakan laporan pajak pada pemerintah
3.      Memerlukan izin khsusu untuk mengadakan usaha tertentu
4.      Kurangnya hubungan-hubungan perseoragan dan incentive (dorongan) disebabkan karena :
a.       Adanya pemilik yang tinggal di daearah lain
b.      Manajemen yang terdiri dari oranng-orang yang dibayar kerap kali tak punya tanggung jawab penuh ataupun kurangnya kesetiaan terhadap perusahaan.
5.      Tidak ada alat-alat yang efektif untuk melindungi kepentingan pemegang saham.
6.      Tak ada rahasia mengenai penjualan, keuntungan dilaporkan pada pemegang saham sehingga ini dapat digunakan pesaing.
Macam-macam PT
PT adalah suatu lembaga perusahaan yang didirkan dan dijalankan oleh perseorangan (swasta) yang membagi miliknya dalam bentuk saham (stock) yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memperoleh laba.
Disamping itu, PT dapat dibagi ke dalam :
-          PT domestic dan asing
-          PT swasta, non saham
Lembaga-lembaga agama, pendidikan dan social dapat berbentuk suatu PT.
PT Negara
PT Negara ini sekarang dikenal sebagai persero (seperti PT semen gresik).
Pada tahun 1960 dikeluarkan peratuaran pemerintah pengganti undang-undang No. 19 tahun 1960 tentang perusahaan Negara. Dikeluarkannya peraturan terebut adalah dalam rangka “penyelenggaraan ekonomi terpimpin yang menuju ke satu masyarakat adil dan makmur”.
Perusahaan Negara adalah semua perusahaan dalam bentuk apapun yang modalnya untuk seluruhnya merupakan kekayaan Negara republic Indonesia, kecuali jika ditentukan lain dengan atau berdasarkan undang-undang (pasal 1)
Pasal 4 selanjutnya menyatakan bahwa :
1)      Perusahaan Negara adalah suatu kesatuan produksi yang bersifat
a.       Member jasa
b.      Menyelenggarakan kemanfaatan umum
c.       Memupuk pendapatan
2)      Tujuan perusahaan Negara ialah untuk turut membangun ekonomi nasional sesuai dengan ekonomi terpimpin dengan mengutamakan kebutuhan rakyat dan ketentraman serta keenangan kerja dalam perusahaan menuju masyarakat yang adil dan makmur materiil dan spiritual.

Ciri-ciri pokok persero atau PT Negara (public / state company) sebagai berikut :
1.      Makna usaha adalah untuk memupuk berbentuk perseroan terbatas
2.      Status hukumnya sebagai hukum perdata berbentuk perseroan terbatas
3.      Hubungan-hubungan usaha diatur menurut hukum perdata
4.      Modal seluruhnya atau sebagian merupakan milik Negara dan kekayaan Negara yang dipisahkan dengan demikian dimungkinkan adanya joint atau mixed enterprise dengan swasta (nasional dan / atau asing) dan adanya penjualan saham-saham perusahaan milik Negara
5.      Tidaka memiliki fasilitas-fasilitas Negara
6.      Dipimpin oleh suatu direksi
7.      Pegawainnya berstatus sebagai pegawai perusahaan swasta biasa
8.      Peranan pemerintah adalah sebagai pemegang saham dalam perusahaan. Intensitas (hak untuk ikut berbicara, mengatur, memilih) terhadap perusahaan tergantuang dari besarnya jumlah saham (modal) yang dimiliki atau berdasarkan perjanjian tersendiri antara pihak pemerintah dan pihak pemilik (atau pendiri) lainnya.
Perusahaan-perusahaan pemerintah
Yang dimaksud dengan perusahaan-perusahaan pemerintah adalah perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Cirri-ciri pokok perum :
a.       Makna usahanya adalah melayani kepentingan umum terpentingn produksi, distribusi dan konsumsi secara keseluruhan dan sekaligus untuk memperoleh keuntungan.
b.      Berstatus badan hukum dan diatur berdasarkan undanag-undang.
c.       Pada umumnya bergerak dibidang jasa-jasa vital.
d.      Mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan swasta untuk mengadakan atau masuk kedalam suatu perjanjian, kontrak dan hubungan dengan perusahaan lainnya.
e.       Dapat dituntut dan menuntut, dan hubungannya hukumannya diatur secara hubungan hukum perdata
f.       Modalnya seluruhnya dimiliki oleh Negara dari kekayaan perolehan yang dipisahkan, serta dapat mempunyai dan memperoleh dana dari akredit dalam dan luar negeri atau dari obligasi.
g.      Pada prinsipnya secara financial harus dapat berdiri sendiri
h.      Dipimpin oleh suatu direksi
i.        Pegawainnya adalah pegawai perusahaan Negara yang diatur tersendiri di luar ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri atau perusahaan swasta / usaha (negara) perseroan.
j.        Organisasi, tugas, wewenang, tanggung jawab pertanggungjawaban dan cara mempertanggung jawabkannya serta pengawasan dan sebagainya diatur secara khusus yang pokoknya akan tercermin dalam undang-undang yang mengatur pembentukan perusahaan Negara itu.
k.      Karena sifatnya sering berupa public utility maka bila dipandang perlu untuk kepentingan umum politik tarip dapat ditentukan oleh pemerintah dengan cara system butir 4 ciri umum perjan di bawah.
l.        Laporan tahunan perusahaan yang memuat lapoaran untung rugi dan neraca kekayaan disampaikan kepada pemerintah.

Cirri-ciri perusahaan (negara) jawatan atau perjan (departemen agencies)
1.      Makna usaha adalah “public services” artinya pengabdian serta pelayanan kepada masyarakat.
2.      Disusun sebagai suatu bagian dari departemen / direktorat jenderal / direktorat / pemerintah daerah.
3.      Sebagai suatu bagian darai susunan departemen daerah, maka perusahaan jawatan mempunyai hubungan hukum public.
4.      Hubungan usaha masyarakat yang dilayani sekalipun terdapat system bantuan / subsidi, harus selalu didasarkan atas “business like”, cost accounting principles dan management effectiveness artinya setiap subsidi yang diberikan kepada masyarakat selalu dapat diketahui dan dapat dilihat / dibukukan dimana jumlah-jumlah yang diterimakan berupa potongan harga atau mungkin pembebasan sama sekali dari pemyaran (uang sekolah) tetapi apa yang seharusnya dibayar / masuk kepada Negara harus benar-benar dinyatakan dalam tanda pembayaran, karcis, jumlah uang yang harus dibayar atau bentuk tanda lainnya dengan diisyaratkan secara jelas presentasi potongannya atau pemebabasan pembayaran.
5.      Tidak dipimpin oleh suatu direksi tetapi seorang kepala yang memenuhi syarat-syarat.
6.      Seperti halnya dengan badan / lembaga pemerintah lainnya mempunyai dan memperoleh segala fasilitas Negara
7.      Pegawainnya adalah pegawai negeri
8.      Pengawasan dilakukan baik secara hirarki maupun secara fungsional seperti bagian lain dari suatu departemen / pemerintah. 

KOPERASI
Beda koperasi dengan bentuk perusahaan lain ialah bahwa koperasi ini :
1.      Setiap anggota hanya mempunyai satu suara
2.      Bahwa pembelian oleh anggota adalah sebesar harga pokok
Disamping bentuk-bentuk tersebut masih terdapat bentuk-bentuk yang lain perlu diketahui :
a.       Kartel
b.      Trust
c.       Holding company
d.      Concern
1.      Kartel
Kartel adalah bentuk konsentrasi beberapa perusahaan yaitu sejenis dimana perusahaan yang mengadakan konsetrasi tersebut mengadakan perjanjian tertentu diantara mereka.
Dalam hal ini terdapat beberapa bentuk kartel yakni :
a.       Kartel kondisi
Yakni kartel yang mengadakan perjanjian pengaturan terhadap kondisi-kondisi (syarat-syarat) penjualan, misalnya syarat penyerahan barang, tempat penjualan, penjualan tunai atau kredit, pemberian potongan dan sebagainya.
b.      Kartel harga
Dalam hal ini perjanjian dilaukan untuk menetapkan harga minimum dari barang-barag yang dijual.
c.       Kartel produksi
Perjanjian ini dibuat untuk mengatur / menetapkan luas prodyksi dari tiap anggota.
d.      Kartel daearah (kartel rayon)
Perjanjian diadakan untuk mengatur daerah penjualan dari masiang-masing anggota, sehingga tiap anggota ditentukan daerah penjualan masing-masiang.
e.       Kartel pembagian laba
Dalam hal ini laba dikumpulkan dan adisimpan dalam “pool” kemudian dibagikan kepada anggota menurut ukuran tertentu, biasanya berdasarkan jumlah yang diprodusir.
f.       Sindikat
Sindikat merupakan badan baru yang diciptakan oleh perusahaan dan merupakan kantor penjualan pusat.

2.      Trust
Trust merupakan konsentrasi beberapa perusahaan menjadi satu perusahaan raksasa dimana perusahaan-perusahaan yang menggabungkan diri tersebut meleburkan diri (fusi) sehingga mereka itu hilang menjadi perusahaan baru yang sangat besar. 
3.      Holding company
Bentuk ini adalah usaha pelarian dari bentuk trust. Holding company adalah perusahaan yang berusaha membeli (memiliki) saham-saham dari perusahaan lain.
4.      Concern
Concern tujuan utama konsentrasi adalah untuk memperoleh sumber pembelanjaan dan bukan untuk mengatur persaingan dan memperoleh kedudukan monopoli seperti dalam kartel dan trust.

Perusahaan-perusahaan multinasional
Perusahaan-perusahaan multinasional biasanya dibedakan dari perusahaan-perusahaan internasional. Perusahaan internasional pada hakekatnya perusahaan-perusahaan yang mempunyai kegiatan / operasi di luar negeri dengan karyawan semua dari Negara asal perusahaan tersebut.
Baik buruk perusahaan multinasional
Kebaikan-kebaikan dari perusahaan-perusahaan multinasional
1.      Dengan superioritas manajemen dan teknologi, perusahaan-perusahaan domestic dapat belajar daripadanya terutama dalam aspek :
a.       Penelitian dan pengembangan produk, proses serta teknologi
b.      Alokasi sumber-sumber ekonomi
c.       Produksi
d.      Personalia
e.       Pembelanjaan
f.       Administrasi & akuntansi
2.      Mengenalkan cara-cara mengambil kesempatan berusaha spesialisasi dan kerjasama berusaha
3.      Investasinya akan membantu pembangunan ekonomi, didak akan membebani Negara dalam pembayaran-pembayaran bunga, bahkan menyumbang pada neraca pembayaran
4.      Cara-cara lisensi mempermudah usaha
5.      Menaikkan taraf hidup karyawan dengan menawarkan gaji yang lebih tinggi
6.      Mengenalkan cara bersaing yang sehat
7.      Keuntungan yang diperoleh tidak dikirim pada perusahaan induk melainkan langsung ditanam di Negara pengundang
8.      Menyumbang pada ekspor Negara pengundang
9.      Memungkinkan diproduksinya berbagai jenis barang untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Keburukan-keburukan
1.      Karena kedudukan oligopolistic terjadilah :
a.       Suboptimalisasi penggunaan sarana ekonomi
b.      Menentukan harga pada tingkat yang tinggi
c.       Membatasu hasil produksi
d.      Menghamburkan dana-dana untuk promosi
2.      Pada permulaan biasanya keuntungan-keuntungan dikirm kepada induk perusahaan
3.      Merusak neraca pembayaran karena mengimpor barang-barang capital
4.      Merusak kehidupan politik Negara pengundang, mengikat dan mempengaruhi masa depan ekonomi Negara pengundang dengan package deal nya.
5.      Mengekesploatir buruh dengan gaji rendah / mengambil keuntungan dari rendahnya tingkat upah.
6.      Memaksa Negara untuk lebih ketat dalam aturan-aturan / politik fiscal . moneter dalam kesempatan kerja.



Strategi perusahaan-perusahaan multinasional
Strategi yang biasa mereka ambil ialah :
a.       Dalam bidang pemasaran
1.      Usaha pemasaran yang agresip dan efektif
2.      Memanfaatkan adanya berjenis (terbatas) produk yang diproduksikan, dengan bunngkusan / kemasan yang mengesankan
3.      Memanfaatkan integrasi vertical
4.      Mempraktekkan price war yang terarah karena betul-betul dihayatia struktur ongkos perusahaan.
5.      Meminimukna kemungkinan pengembalian barang-barang oleh konsumen kserta menjamin barang-barang (garansi)
6.      Menghindari kekurangan barang atau pengiriman lambar dengan pengaturan persediaan yang baik.
7.      Mengadakan ekspor.

b.      Dalam bidang produksi
1.      Memprioritaskan penelitian dan pengembangan selalu mencari kesempatan memasuki pasar baru
2.      Memelihara alat / fasilitas dengan baik, menghindari down time fasilitas
3.      Mengadakan pengawasan kualitas yang efisien dan efektif
4.      Mengusahakan adanya stabilitas proses untuk memanfaatkan fasilitas secara optimal
5.      Mempertahankan produktivitas tenaga kerja serta kapasitas pabrik
6.      Menyediakan bahan mentah secara cukup
7.      Memanfaatkan otomatisasi dan bekerja dengan padar modal
8.      Menjaga keamanan terhadap fasilitas
9.      Menghindari pemborosan bahan
10.  Mempertimbangkan betul-betul apakah membeli atau membuat sendiri komponen-komponen, dalam hal impor barang-barang capital direncanakan waktu-nya (lead time), inveransir, pengunangan dan standarisasinya.
11.  Mengkoordinir kegiatan-kegiatan system pembelian, pemasaran dan produksi
12.  Melatih kader produksi
13.  Mengawasi biaya secara konsisten.

c.       Dalam bidang pembelanjaan keuangan
1.      Menarik modal adari sumber-sumber / bank/bank tertentu dana terbatas
2.      Menggunakan hutang-hutang relative lebih besar dibandingkan dengan induk, modal sendiria digunakan bila terpaksa, bisanya dana-dana dikirim pada induk.
3.      Berusaha melunasi hutang-hutang secepat mungkin
4.      Dana-dana untuk bahan 70 – 80 %, upah 5%, overhead 5 – 15 %
5.      Mengalokasikan dana dengan batasan pengeluaran
6.      Wewenang penggunaan dana didesentralisasikan


d.      Dalam Bidang Personalia
1.      Diusahakan untuk selalu meng upgrade personalia
2.      Memperhatikan pengembangan personalia
3.      Memperbolehkan personalia (pribumi) untuk melakukan pemutusan aspek rutin
4.      Membina leadership
5.      Training mengarah pada “generalisasi” bukan “specialist”

e.       Dalam bidang akuntansi & administrasi
1.      Bekerja dengan budget-budget, standard cost serta menggunakan criteria investasi
2.      Bekerja berdasar proyeksi-proyeksi
3.      Mendasarkan diri pada system dan prosedur akuntansi yang baik : memanfaatkan system informasi dan control secara konsisten
4.      Mengarah pada penggunaan “built in information system” sebagai pengganti “control by fear” atau pengawasan dengan “aksi-aksi surprise” tangkap basah, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar