Label

Senin, 14 Mei 2012

PANCASILA


Lahirnya pancasila  dalam sejarah Indonesia Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia sebelum di syahkannya pada tanggal 18 agustus 1945 oleh PPKI,nilai-nilainya telah  ada pada bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan suatu Negara,yang berupa nilai-nilai adat istiadat dan kebudayaan serta nilai-nilai religius,kemudian nilai-nilai tersebut di rumuskan secara formal oleh para pendiri Negara untuk di jadikan filsafat Negara Indonesia .Perumusan materi pancasila secara formal dilakukan dalam sidang BPUPKI pertama,siding BPUPKI pertama sidang panitia”9”,sidang BPUPKI kedua,serta akhirnya disyahkan secara yuridis sebagai filsafat Negara Republik Indonesia.Setelah adanya pemahaman sejarah mengenai pancasila secara eptimologis sekaligus pertanggung jawaban ilmiah,Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa,jiwa dan kepribadian bangsa serta sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan Negara.Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yaitu:Ketuhanan Yang Maha Esa,Kemanusiaan yang adil dan Beradab,Persatuan  Indonesia,Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sebelumnya kita harus memahami arti dan fungsi pancasila sebagai dasar Negara,kita harus mengetahui istilah dari pancasila serta makna yang terkandung di dalamnya “Panca”artinya “Lima” sikla “syila”dalam vocal i pendek yang artinya “Batu sendi”,”alas”,atau “Dasar”,”syila”vocal i panjang artinya “peraturan tingkah laku yang baik,atau yang senonoh”hal tersebut di nyatakan oleh pendappat Mochammad Yamin
Dalam bahasa sang sekerta yang memiliki dua macam arti secara leksikal.
Pancasila terdiri dari bagian-bagian yaitu sila-sila pancasila yang hakikatnya suatu asas sendiri dan memiliki fungsi masing-masing namun secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang bersifat fundamental,bersifat imperative;artinya mengikat dan memaksa semua yang ada di dalam wilayah kekuasaan hukum RI.
Dan secara keseluruhan pun nilai-nilai pancasila merupakan suatu kesatuan yang utuh.dalam suatu sistem yang lazim mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1). Suatu kesatuan bagian-bagian 
2). Bagian-bagian tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri
3). Saling berhubungan dan saling berketergantungan
4). Keseluruhannya yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu
5). Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks



Perkembangan Pancasila di Era Globalisasi 
Di era globalisasi saat ini Pancasila di gelapkan oleh perkembangan Globalisasi yang tiada batas dan menjadikan pemuda-pemuda Indonesia saat ini terpengaruh oleh budaya barat,pada masa sekarang ini nilai-nilai adat istiadat perlahan terkikis karena akibat dari bebasnya kebudayaan luar masuk ke Indonesia,sehingga pancasila sebagai identitas dan nilai luhur bangsa tidak lagi di junjung tinggi dan di amalkan oleh pemuda-pemuda Indonesia,akal sehat dan kedewasaan generasi penerus saat ini terjajahya oleh adanya perkembangan dan kemajuan globalisasi dari segi tegnologi ,informasi,budaya,ideologi dan perilaku secara moral pun semakin mengancam peri kehidupan bangsa dan identitas suatu bangsa.
Dalam era globaliasasi saat ini masa depan bangsa Indonesia, merupakan tantagan yang sangat berat bagi penerus / generasi muda tentunya dengan berbagai perkembangan bila dikatikan dengan teknologi yang pesatr istilah dari globalisasi itu sendiri berasal dari kata “la-golobal / bola bumi”. Globalisasi proses perkembangan umat manusia dalam berbagai aspek yang menerobos batas-batas etnik, batas-batas yuridis kenegaraan batas-batas ideologis. Dengan adanya globalisasi saat ini terdapat perubahan perilaku, gaya hidup, dan struktur masyarakat, yang artinya penyebaran informasi arus komunikasi yang tidak menghiraukan batas antar Negara, kadang antara, kadang adanya penyempitan kebudayaan nasional yang dipengaruhi olej kebudayaan barat dalam penyebaran siaran dipertelevisian dan teknologi yang begitu pesat sehingga mengakibatkan lunturnya nilai-nilai budaya nasional secara perlahan. Padahal globaliasasi informasi seharusnya memperluas cakrawala informasi dan ulmu pengetahuan dan teknollgi namun globalisasi tersebut juga membuat nilai-nilai pancasila menjadi yang mempunyai ideology berasal dari bahasa Yunani edios, dalam bahasa latin idea, yang berarti mengetahui, melihat degan budi, dalam bahasa jawa juga dikenal idep yang artinya tahu ideology berasal dri bahasa yunani yaitu logois yang artinya gagasan, budi, kata, ilmu sehingga ideology artinya pengetahuan tentang de, idi namun sejalan dengan perkembangan ke duduk ideology menurut karl max adalah agama, filsafat moral dan ideology termasuk supra struktur, sedangakan relasi-relasi ekonomi termasuk infrastruktur. pada zaman Napoleon Bonaparte istilah ideology mendapat konotasi yang kurang baik, istilah ideology tersebut untuk mencaci maki pembentu sebagai manusia yang berkahayal, sehingga ideology dapat dirumuskan sebagai seperangkat ide asasi mengenai menusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup terutama dalam perjuangan nasional yang kita ketahui saat ini. Paham ideology saat ini tidak sesuai dengan praktek karena pengaruh dari globalisasi yang arus menerus kie permukaan Indonesia tercinta ini sehingga tiap-tiap paham ide-ide yang dimunculkan sering terbentuk dengan satu yang sama lain sehingga menyebabkan perpecahan antar bangsa, suku dan agama di Indonbesia.
Saya akan memaparkan kejadian-kejadian yang seharusnya membuka mata pikiran dan hati kita, apakah di Indonesia seluruhnya / hanya sebagian masih memahami dan menerapkan nilai-nilai pancasila yang ada ? Sehaarusnya ada toleransi antara setiap pemuka pendapat dan harus adanya tenggang masa antar umat beragama, suku dan bangsa oleh sebab itu dapat kita simpulkan bahwa pada dasarnya secara teoritis memang nilai sila ke IV ini sila persatuan Indonesia tetapi secara teoritis memang nilai sila persatuan Indonesia belum sepenuhnya diterapkan di Indoneia, lalu apakaj yang terjadi ??
Apalagi ideologi tersebut kaitannya erat sekali dengan adanya modal dan agama.

Ketuhanan yang Maha Esa
Dengan sila ketuhanan yang maha esa, bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha esa, dan oleh karena itu manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan yang maha esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab adapun hubungannya dengan sila persatuan yang mana dalam sila persatuan sila ke-4 didalam kehidupan masyarakat Indonesia dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk-pemeluk yang lain.
Perlu kita mengerti bahwa pada hakekatnya sila pertama itu dapat pula ditafsirkan dalam kitab0kitab umat beragam yang ada di Indonesia yaitua dalam islam seperti kitab yang telah diturunkan kepada aumat beragama islam dalam surat al-nahl ayat 51 :
“Dan Allah berfirman, Janganlah Kamu meyembah dua than, hanyalah dia tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepadaku saja kamu takut”.

Kitab injil pun hal yang sama terdapat pada :
Surat Yesaya 45 : “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali aku tidak ada Allah aku telah mempersenjatai engkau sekalipun engkau tidak mengenal aku”. (6) supaya orang tau dari terbitnya matahari sampai terbenam, bahwa tidak ada lain diluar aku. Akulah tuhan tidak ada yang lain, hidup yang menjadi terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur menjadi malang, akulah tuhan yang membuat semua ini, (8) hai langit tetskanlah keadilan dari atas, baiklah awan-awan mencurahkannya ! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkan keadilan ! Akulah tuhan yang menciptakan semua ini (45 : 9 : RM. 9 : 20)

Kemanusiaan yang adil dan beradab didasari dan dijiawai oleh sila ketuhanan yang maha esa serta mendasari dan menjiwai sila persatuan Indonesia. Indonesia memiliki beraneka ragam budaya, suku, keturunan, ras, Agama, Kepercayaan, Jenis Kelamin, Tanpa adanya sifat deskriminatif. Adanya sifat saling mencintai dan menyangi sesama umat beradama. Semua manusia mempunyai derajat yang sama dimata tuhan, adanya sikap saling hormat menghormati satu sama lain dan saling bekerja sama, dilihat dari pengaruh globalisasi saat ini hanya sebagian kecil, yang tentunya perlahan tapi pasti memudar, dimana manusia saat ini lebih mementingkan diri sendiri dan …
Persatuan Indonesia
Persatuan Indonesia artinya adanya sikap rela berkorban, memiliki beratkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi. Semangat bangsa untuk bersatu kokoh, untuk menjunjung tinggi nilai-noilai bangsa dan Negara di Era Globalisasi saat ini persatuan Indonesia semakin rapih rapuh ditengah adanya perbedaan, antara individu dan kelompok banyak individu yang mementingkan kepentingannya dari kepentiangan kelompok pun lebih cenderung mementingklan kepentingan kelompoknya.
Seakan-akan suatu indibidu dan kelompok-kelompok tetapi lupa akan kewajibannya untuk saling bersama-sama rela berkorban untuk kepentingan Negara, bagaimana kita mendapat suatu hak dari Negara sedangkan kita sendiri alupa akan kewajiban terhadap Negara. Bagaimana nasib budaya Indonesia yang terpecah-pecah setiap golongan : agama, budaya, dan ras, bila dikaitkan dengan ideology apakah ideology merupakan hal terbesar dan terpentiang untuk terbentuknya suatu persatuan.


Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permasyarakatan dan Perwakilan
Setiap warga Negara mempunyai kedudukan dan kewajiban yang sama dan pada dasarnya tidak ada suatu kehendak yang dipaksanakan kepada pihak lain kedaulan ada ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR. Melalui pemilihan umum, rakayat memilih wakil-wakilnya yang akan didudukkan dalam badan-badan perwakilan seperti MPR, DPR dan DPRD oleh karena itu kita hendaknya memberikan kepercayaan kepada wakil-rakil wakyat agar mereka dapat menjalankan visi dan misi pembangunan Negara. Disis lain MPR, DPR pula mengamalkan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat agar dapat terbentuk suatu Negara yang sejahtera dan makmur, tanggung jawab penuh atas kepercayaan yang telah diberikan kepada wakil-wakil rakyat, setiap hati pekerjaan individu-individu dalam sebuah wadah aspirasi inilah yang dimintai pertanggung jawaban oleh rakyat dan tidak hanya dikalangan MPR, DPR, dikalangan openerus pemuda mempunyai tanggung jawab untuk dapat menjadi pemimpin yang selanjutnya bercita-cita untuk menjadi pemimpin yang kelak dapat bertanggung jawab kepada Negara dan semua masyarakat, individu berhak memberikan aspirasinya demi kepentingan bangsa dan Negara perlu pwewujudan dari semua aspirasi dengan melakukan tindakan-tindakan yang signifikan maka dari itu sila ke – IV ini dibentuk untuk menciptakan sikap, hati, dan tindakan yang didukung oleh musyawarah untuk membentuk suatu Negara yang berdaulat, adil dan makmur.

Keadilan Sosial
Keadilan social suatu bangsa untuk menciptakan Negara yang memiliki kewajiban luhur di ayomi oleh rakyat Indonesia agar menciptakan suatu warga yang dipenuhi masyarakat yang hadaniah, selaras dan sejahtera, dalam sila ini dukungan darai rakyat Indonesia sangat dibutuhkan untuk kemajuan negate, secara pendekatan pancasila menurut sila keadilan sosial perlu adanya tanggung jawab masa terhadap sesama antara lain perekonimian rakyat Indonesia tidak semuanya seatara, perekonomian rakyat Indonesia tergolong orang-orang yang mempunyai perekonomian tianggi, kalangan masyarakat dan perekonomian yang belum tercukupi kebutuhannya, untuk dapat menyelaraskan perekonomian tersebut perlu adanya penyamarataan perekonomian memang sulit untuk itu perlu adanya kesadaran dan dukungan rakayat Indonesia dengan akal sehat, tidak hanya perekonomian keadilan dalam suatu siding merupakan peranan utama dalam suatu lapangan pekerjaan bukandilihat daraisegi kekurangan saja, contohnya dalam penerimaan pekerjaan perusahaan Indonesia 70% menggunakan asas kekeluargaan untuk memanage perusahaan padahal banyak orang-orang yang terampil membutuhkan pekerjaan, sehingga keadilan sosial pada sat ini belum dapat di lihat secara nyata masih tanahnya beberapa hal  saja yang tersengaja dan terbentuk dengan keadilan sosial yang tentunya sudah nyata terlihat.
Dari argument dari sila-sila tersebut maka, dapat diterangkan bawha sesungguhnya globalisasi mempunyai tiangkat kehidupan serya menjunjung tinggi adanya pengalaman terhadap pancasila padahal yang kita ketahui bahwa isi dari pancasila meriupakan suatu amalan yang terdapatdalam kitab-kitab umar beragama tiap-tiap amal beragama itu yakin terhadap Tuhannya jadi dengan mengamalkan nilai-nilai pancasila tentunya sebagai umat-umat beragama kita sudah mengamalkan sebagian dari ajaran agama dalam kitab-kitab yang sudah kita yakini.
Transformasi global tentu saja tidak otomatis merupakan suatu proses yang positif. Nilai-nilai dan cirri-ciri yang mengifestasikan jatidiri suatu masyarakat / bangsa yang terkait dengan cirri khas lingkungan mustahil dapat dissuaikan. Transformasi kearah positif belum tentu dapat terlaksana seacara otomatis bila tidak didukung oleh nilai, sikap atau kemampuan di kehendaki. Umpanya berkompetisi dengan kebudayaan rakyat berkomponen bekerjasama sosial budaya baru akan berlangsung sehari dan cita-cita kalian di antisipasi sebelumnya dengan tindakan-tindakan yang memadai sendiri mungkin sumber utama adalah perkembangan pemikiran dan wawasan, yang dapat melahirkan gagasan-gagasan bermotif mengenai arah perubahan (khususnya ideology, pandangan hidup) untuk era globaliasasi yang kita hadapu dan seharusnya, pancasila iu membangun persatuan dan kesatuan bukan berarti dengan adanya globaliasi tersebut maka tidak dapat tercipta persatuan dan kesatuan wujud rasa cinta kita pada nilai-nilai pencasila merupakan hal terpenting dalam suatu globalisasi.
Karena kita tidak bias dengan menolak adanya perkembangan darai globalisasi itu, justru dengan adanya globalisasi maka kekuatan pancasila memiliki kedaulatan globalisasi sebagai landasan masuknya globalisasi di Indonesia. Yang dapat memajukan terus persatuan dan kesatuan Indonesia adalah sikap kedewasan seseorang dapat menentukan sdalam berfikir baik dan buruiknya untuk melakukan suatu tindakan sehingga dapat menumbuhkan ideology tentang tepat dalam penerapan pencasila, seseorang yang tepat dalam penerapan pencasila. Seseorang yang sudah dewasa tentunya sudah dapat mengetahui yang mana telah yang baik dan manapula yang buruk. Sehingga dalam mengambul keputusan untuk bertiandak dalam membangun perusahaan dan kesatuan Indonesia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar