Label

Senin, 14 Mei 2012

MEMIMPIN TIM DAN MEMBUAT KEPUTUSAN




Memilih Sendiri Anggota Tim
Semua orang tahu ini; sehebat-hebatnya seorang pemimpin, ia tidak mungkin sukses kalau tidak didukung oleh tim yang kompak dan kuat. SBY mendemonstrasikan bahwa hak prerogative untuk menunjuk panglima TNI adalah hak presiden yang tidak bisa diganggu gugat. Dan presiden membuktikan bahwa seorang pemimpin harus selalu bisa memilih orang-orangnya sendiri.

Pentingnya Factor Timing    
Setiap pemimpin biasnaya mempunyai jam politik di kepalanya, yang hanya dia yang tahu isinya. Dengan jam politik ini, sang pemimpin dapat menentukan kapan akan mengambil keputusan, kapan akan mengumumkannya, kapan akan mengambil keputusan, kapan akan mengumumkannya, kapan akan menghentikan sesuatu, kapan akan mempercepat suatu tugas, dan kapan menangguhkan suatu keputusan.

Mengubah Budaya Korporat 
SBY selalu mengatakan bahwa “perubahan yang paling penting adalah perubahan pila piker (mindset)”. SBY juga mengubah cara kerja cabinet. Mereka ayang mengamati seluk-beluk istana yang silih berganti sejak tahun 2000 akan tahu bahwa karena berbagai factor, rapat cabinet seroing tidak tertata baik.

Mengambil Keputusan Sambil Berlari
Kemampuan yang paling penting dalam diri seorang presiden adalah kemampuanm membuat keputusan. Ada dua tipe pemimpin, pertama adalah tipe yang hands off, yang lebih suka mendelegasikan kewenangan dan membuat keputusan sesedikit mungkin.
Tipe kedua adalah presiden yang hands-on, yang ingin mengetahui permasalahan dan mengambil keputusan sebanyak mungkin, terutama keputusan strategis.

Harus Bisa    
Suatu hal yang saya catat dari kepemimpinan SBY adalah sifatnya mission oriented. Saya yakin sifat ini timbul dari karir militernya, dimana seorang perwira ditempa untuk selalu berhasil mencapai misi militernya.
Kepemimpinan yang berorientasi pada pencapaian tugas atau mission oriented biasanya tumbuh lebih sistematis dalam organisasi militer dan sector swasta.

Teliti Terhadap Detil
SBY membaca semua pidatonya dengan sangat teliti. Bak seorang professor, ia selalu mendeteksi salah ketik, salah koma, salah eja, statistiak yang ngawur, dan lain-lain.
Ketelitian SBY pada detail bukan hanya untuk meningkatkan kualitas pidato atau perundingan, namun juga dapat membantu mengelakkan Negara dari insiden diplomatic.
SBY ingin sekali proses pembuatan keputusan benar-venar diambil secara objektif, sistematis, dan bebas darai bisikan-bisikan. Presiden SBY selalu mengatakan “Pemimpin tidak bnoleh keliru menerima dan mengolah informasi”.

Mengambil Keputusan Dimana Saja, Kapan Saja
Disini saya setuju dengan Andi Malarangeng yang pernah melukiskan pekerjaan presiden SBY seperti Coca-cola; “Kapan saja, dimana saja” harus siap menangani masalah dan mengambil keputusan dalam situasi yang selalu bergerak cepat. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar