Label

Senin, 14 Mei 2012

KEGIATAN PEBANKAN


KEGIATAN PERBANKAN

A.    Kegiatan-Kegiatan Bank
Dalam menjalankan sebagai lembaga keuangan, kegiatan bank sehari-hari akan terlepas dari bidang keuangan. Sama seperti bahwa perusahaan lainnya, kegiatan pihak perbankan secara sederhana dapat kita katakana sebagai tempat melayani segala kebutuhan para nasabahnya. Para anasabah datang silih berganti baik sebagai pembeli jasa maupun penjual lasa yang ditawarkan. Hal ini sesuai dengan kegiatan utama suatu bank yaitu membeli uang dari masyarakat (menghimpun dana) melalui simpanan dan kemudian menjual yang diperoleh dari penghimpun dana dengan cara (menyalurkan dana) kepada masyarakat umum dalam bentuk kredit atau pinjaman.
Dalam melaksanakan kegiatannya setiap bank berbeda seperti antara kegiatan bank umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat. Kegiatan bank umum lebih luas dari bank perkreditan rakyat, artinya, produk ditawarkan oleh bank umum lebih lengkap, hal ini disebebakan bank umum mempunyai kebebasan untuk menentukan jenis produk dan jasanya, sedangkan bank perkreditan rakyat mempunyai keterbatasan tertentu sehingga kegiatannya menjual produk dan wilayah operasinya lebih sempit dibandingkan dengan bank umum.
Dewasa ini kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di Indonesia terutama kegiatan bank umum adalah sebagai berikut :
1.      Menghimpun dana dari masyarakat (Funding) dalam bentuk :
a.       Simpanan Giro (demand deposit) yang merupakan simpanan pada bank dimana penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau bilyet giro.
b.      Simpanan tabungan (Saving Deposit) yaitu simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan sesuai perjanjian antara bank dengan nasabah dan penarikannya dengan menggunkan slip penarikan, buku tabungan, kartu ATM atau sarana penarikan lainnya.
c.       Simpanan Deposito (Time Deposit) merupakan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai jangka waktu (jatuh tempo) dan dapat ditarik dengan bilyet deposito atau sertifikat deposito.
2.      Menyalurkan dana ke masyarakat (Lending) dalam bentuk kredit seperti :
a.       Kredit investasi kredit yang diberikan kepada para investor untuk investasi yang penggunannya jangka panjang.
b.      Kredit modal kerja merupakan kredit yang diberikan untuk membiayai kegiatan suatu usaha dan biasanya bersifat jangka pendek guna memperlancar transaksi perdagangan.
c.       Kredit perdagangan kredit yang diberikan kepad apara pedagang, baik agen-agen maupun pengecer.
d.      Kredit konsumtif merupkan kredit yang digunakan untuk dikonsmsi atau dipakai untuk keperluan pribadi.
e.       Kredit produktif kredit yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa.
3.      Memberikan jasa-jasa bank lainnya (service) antara lain :
a.       Menerima setoran-setoran
b.      Melayani pembayaran-pembayaran
c.       Di dalam pasar modal perbankan dapat memberikan atau menjadi :
1)      Peminjam emisi (underwriter)
2)      Penanggung (guarantor)
3)      Wali amanat (trustee)
4)      Perantara perdagangan efek (pialang / broker)
5)      Pedagang efek (dealer)
6)      Perusahaan pengelola dana (investment company)
d.      Transfer (kirim uang) merupakan jasa kiriman uang antar bank baik antar bank yang sama maupun bank yang berbeda. Pengiriman uang dapat dilakukan untuk dalam kota, luar kota maupun luar negeri.
e.       Inkaso (collection) merupakan jasa penagihan warkat antar bank yang berasal dari luar kota berupa cek, bilyet giro, atau surat-surat berharga lainnya yang baik berasal dari warkat bank dalam negeri maupun luar negeri.
f.       Kliring (clearing) merupakan jasa penarikan warkat (cek atau BG) yang berasal dari dalam satu kota, termasuk transfer dalam kota antar bank.
g.      Safe deposit box merupakan jasa penyimpanan dokumen, berupa surat-surat atau benda berharga. Safe deposit box lebih dikenal dengan nama safe loket.
h.      Bank card merupakan jasa penerbitan kartu-kartu kredit yang dapat digunakan dalam berbagai transaksi dan penarikan uang tunai di ATM (anjungan Tunai Mandiri) setiap hari.
i.        Bank Notes (Valas) merupakan kegiatan jual beli mta uang asing.
j.        bank Garansi merupakan jaminan yang diberikan kepada nasabah dalam pembiayaan proyek tertentu.
k.      Referensi bank merupakan surat referensi yang dikeluarkan oleh bank.
l.        Bank Draft merupakan wesel yang diterbitkan oleh bank.
m.    Letter of credit (L/C) merupakan jasa yang diberikan dalam rangka mendukung kegiatan atau transaksi ekspor impor.
n.      Cek wisata (travelling Cheque) merupakan cek perjalanan yang biasa digunakan oleh para turis dan dibelanjakan di berbagai tempat perbelanjaan.
o.      Dan jasa lainnya. 



B.     Keuntungan Bank
Dalam menjalankan suatu usaha atau setiap kegiatan tertentu harapan yang pertama kali diinginkan adalah memperoleh keuntungan. Untuk memperoleh keuntungan, berbagai cara dilakkan. Bank sebagai bisnis keuangan dalam mencari keuntungan juga memiliki cara tersendiri, dalam praktik perbankan di Indonesia dewasa ini terdapat dua model dalam mencari keuntugan yaitu bank yang berdasarkan prinsip konvensional dan berdasarkan prinsip syariah. Dalam buku ini hanya dibahas bagi bank prinsip konvensional dalam mencari keuntungan mengingat bank jenis inilah yang mendominasi kegiatan perbankan di Indonesia saat ini. Keuntungan utama bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional adalah berdasarkan bunga yang telah ditentukan.
Bunga bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).
Dalam kegiatan perbankan berdasarkan prinsip konvensional ada dua macam bunga yang diberikan kepada nasabahnya, yaitu : pertama adalah bunga simpanan yaitu bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabahnya, seperti jas giro, bunga tabungan serta bunga deposito dan harga ini bagi bank merupakan harga beli. Kedua ialah bunga yang diberikan kepada peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepad abank seperti bunga kredit dan harga ini bagi bank merupakan harga jual.
Baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman komponen utama factor biaya dan pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah, sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima dari nasabah. Antara bunga simpnan dan bunga pinjaman masing-masing saling memengaruhi satu sama lainnya. Apabila bunga simpanan tinggi, maka secara otomatis bunga pinjaman juga terpengaruh ikut naik dan demikian pula sebaliknya.

C.    Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Suku Bunga 
Agar keuntungan yang diperoleh maksimal, maka pihak manajemen bank harus pandai dalam menentukan besar kecilnya komponen suku bunga. Hal ini disebabkan apabila salah dalam menentukan besar kecilnya komponen atau bunga, akan dapat merugikan bank itu sendiri. Terdapat beberapa factor-faktor yang memengaruhi penentuan suku bunga, baik untuk bunga simpanan maupun pinjaman.
Factor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :


1.      Kebutuhan dana
Factor kebutuhan dana dikhususkan untuk dana simpnan, yaitu seberapa besar kebutuhan dana yang diinginkan. Apabila bank kekuragan dana, sementara permohonan pinjaman meningkat, yang dilakukan oleh bank agar dana tersebut cepat terpenuhi adalah dengan meningkatkan suku bunga simpnan. Namun, peningkatan suku bunga simpanan akan pula meningkatkan suku bunga pinjaman, sebaliknya, apabila dana yang ada dalam simpnan di bank banyak, sementara permohonan pinjman sedikit, maka bunga simpnan akan turun karena hal ini merupakan beban.
2.      Target laba yang diinginkan
Factor ini dikhususkan untuk bunga pinjaman. Hal ini disebabkan target laba merupakan salah satu komponen dalam menentukan besar kecilnya suku bunga pinjaman. Jika laba yang diinginkan besar, bunga pinjman ikut besar dan demikian pula sebaliknya. Namun, untuk menghadapi pesaing target laba dapat diturunkan seminimal mungkin.
3.      Kualitas jaminan
Kualitas jaminan juga diperuntukkan untuk bunga pinjaman. Semakin likuid jaminan (mudah dicarikan) yang diberikan, semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya. Sebagai contoh, jaminan sertifikat deposito berbeda dengan jaminan sertifikat tanah. Alasan utama perbedaaan ini adalah dalam hal pencairan jaminan apabila kredit yang diberikan bermasalah. Bagi bank jaminan yang likuid seperti sertifikat deposito atau rekening giro yang dibekukan akan lebih mudah untuk dicairkan jika dibandingkan dengan jaminan sertifikat tanah. 
4.      Kebijakan pemerintah
Dalam menentukan baik untuk buga simpanan maupun bunga pinjaman bank tidak boleh melebihi batasan yang sudah diterapkan oleh pemerintah. Artinya, ada batasan maksimal dan batas minimal untuk suku bunga yang diizinkan. Tujuannya adalah agar bank dapat bersaing secara sehat.
5.      Jangka waktu
Baik untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman factor jangka waktu sangat menentukan. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, akan semakin tianggi bunganya, hal ini disebabkan besarnya kemungkinan risiko macet di masa mendatanng. Demikian pula sebaliknya, jika pinjaman berjangka pendek, bunga relative lebih rendah. Untuk bunga simpanan, berlaku sebaliknya semakin panjang jangka waktu, bunga simpanan semakin rendah dan sebaliknya.
6.      Reputasi perusahaan
Reputasi perusahaan juga sangat menentukan suatu bunga terutama untuk bunga pinjaman, bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit sangat menentukan tiangkat suku bunga yang akan dibebankan nantinya, karena biasanya perusahaan yang bonafid kemungkinan risiko kredit macet dimasa mendatang relative kecil dan demikian sebaliknya perusahaan yang kurang bonafid factor risiko kredit macet cukup besar.
7.      Produk yang kompetitif
Produk yang kompetitif sangat menentukan besar kecilnya bunga pinjaman. Kompetitif maksudnya adalah produk yang dibiayai tersebut laku di pasaran. Untuk produk yang kompetitif, bunga kredit yang diberikan relative rendah jika dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif. Hal ini disebabkan produk yang kompetitif tingkat perputaran produknya tinggi sehingga pembayarannya diharapkan lancar.
8.      Hubungan baik
Biasanya bunga pinjaman dikaitkan dengan factor kepercayaan kepad seseorang atau lembaga. Dalam praktiknya, bank menggolongkan nasabahnya antara nasabah utama (primer) dan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan kepada keaktifan serta loyalitas nasabah yang bersangkutan terhadap bank, sehingga dalam penentuan suku bunganya pun berbeda dengan nasabah biasa. Nasabah yang memiliki hubungan baik dengan bank tertenty bunganya lebih rendah.
9.      Persaingan
Dalam kondisi tidak stabil dan bank kekurangan dana, sementara tingkat persaingan dalam memperebutkan dana simpanan cukup ketat, maka bank harus bersaing keras dengan bank lainnya. Dalam arti jika untuk bunga simpanan rata-rata pesaing 15%, jika hendak membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga simpanan kita naikkan diatasbunga pesaing misalnya 16%. Namun, sebaliknya untuk bunga pinjaman kita harus berada di bawah bunga pesaing agar dana yang menumpuk dapat terarah.

D.    Komponen-Komponen Dalam Menentukan Bunga Kredit
Sesungguhnya keuntungan utama dari bisnis perbankan adalah bagaimana mengelola dan menentukan bunga pinjaman secara fleksibel sehingga menghasilkan laba yang maksimal. Artinya, tingkat suku bunga pinjaman haruslah lebih tinggi darai suku bunga simpanan sehingga bank dapat memperoleh keuntungan. Namun, dalam kondisi tertenty misalnya ksulitan dana, dapat terjadi sebaliknya yaitu suku bunga simpanan lebih tinggi daari bunga pinjaman. Kondisi ini yang terjadi tahun 1998 sampai tahun 2000. Kondisi ini ikenal dengan istilah negative spread.
Dalam menentukan besa rkecilnya suku bunga kredit yang akan diberikan kepada para debitur terdapat beberapa komponen yang perlu memperoleh perhatian. Komponen-komponen ini ada yang dapat diminimalkan dan ada pula yang tidak sama sekali.
Adapun komponen dalam menentukan suku bunga kredit antara lain sebagai berikut :
1.      Total biaya dana (cost of find)
Merupakan total bunga yang dikeluarkan oleh bank untuk memperoleh dana simpanan baik dalam bentuk simpanan giro, tabungan, maupun deposito. Total biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan untuk memperoleh dana yang diinginkan. Semakin besar bunga yang dibebankan terhadap bunga simpanan, semakin tianggi pula biaya dananya demikian pula sebaliknya. Total biaya dana ini harus dikurangi dengan cadangan wajib atau Reserve Requirement (RR) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini besarnya RR yang ditetapkan pemerintah besarnya 5%.
2.      Biaya operasi
Dalam melakukan setiap kegiatan setiap bank membutuhkan berbabagai sarana dan prasana, baik berupa manusia maupun alat. Penggunaan sarana dan prasarana ini memerlukan sejumlah biaya yang harus ditanggung bank sebagai biaya operasi. Biaya operasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam melaksanakan operasinya. Biaya ini terdiri dari biaya gaji pegawai, biaya administrasi, biaya pemeliharaan, dan biaya-biaya lainnya.
3.      Cadangan risiko kredit macet
Merupakan cadangan terhadaap macetnya kredit ayang akan diberikan, hal ini disebabkan setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu risiko tidak terbayar. Risiko ini dapat timbul baik disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, pihak bank perlu mencadangkannya sebagai sikap bersiaga menghadapinya dengan cara membebankan sejumlah presentase tertentu terhadap kredit yang disalurkan.
4.      Laba yang diinginkan
Setiap kali melakukan transaksi, bank selalu ingin memperoleh laba yang maksimal. Penentuan ini ditentukan oleh beberapa pertimbangan yang maksimal, mengingat penentuan besarnya laba sangat memengaruhi besarnya bunga kredit. Dalam hal ini biasanya bank disamping melihat kondisi pesaing juga melihat kondisi nasabah apakah nasabag utama atau bukan dan juga melihat sector-sektor yang dibiayai, misalnya jika proyek pemerintah atau untuk pengusaha / rakyat kecil maka labanya pun berbeda dengan yang komersil.
5.      Pajak
Pajak merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank yang memberikan fasilitas kredit kepada nasabahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar