Label

Minggu, 13 Mei 2012

DINAMIKA ADMINISTRASI NEGARA

Arah kehidupan bangsa Indonesia, ‘mau ke mana?’, merupakan pertanyaan yang akhir-akhir ini menghinggapi segala segmen di dalam masyarakat. Kekuatiran demi kekuatiran meraut di wajah bangsa ini, mungkinkah masih ada ‘NKRI’? Diperlukan tidak saja pemikiran-pemikiran menerawang jauh ke depan untuk mengkonsepkan bagaimana ‘Indonesia Baru’ nantinya, tetapi juga diperlukan berbagai analisis yang komprehensif sebagai suatu wacana untuk memperoleh kebijakan yang dapat diterima oleh semua komponen.

Mengapa Ilmu Administrasi Publik Sangat Penting Untuk Dipelajari dalam Konsentrasi Ilmu Administrasi Negara.
      Karena jika administrasi tidak dilaksanakan dan tidak dipahami secara baik maka akan terjadi inefesiensi dan penghamburan dalam pemerintahan. Bahkan lebih jauh lagi, Henry Fayol mengatakan bahwa Prancis kalah perang disebabkan oleh Administrasi Negara yang buruk. Oleh karena itu apabila Indonesia mau menjadi Negara yang terhormat, kita harus mempunyai atau memiliki administrasi yang kuat.

      Oleh karena itu, agar tujuan negara atau pemerintah dapat tercapai, maka administrasi negaranya terlebih dahulu harus memiliki syarat-syarat, yaitu:

1. Merdeka, yaitu bebas daripada penguasaan asing atau bersifat asing, baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, dan budaya sehingga mampu melindungi seluruh tanah tumpah darah Indonesia.
2. Tertib, yaitu dapat menertibkan diri sendiri, karena adanya kesadaran dan disiplin yang tinggi terhadap UUD, Undang-Undang , dan segala tugas yang menjadi kewajibannya.
3. Ahli, yaitu mempunyai kemampuan dan kecerdasan untuk mengatur dan melaksanakan segala pekerjaan yang menyangkut segala tugas administrasi negara.
4. Adil, yaitu dapat menegakkan hukum terhadap dirinya sendiri (administrasi negara) sehingga terwujud adanya kesadaran sendiri bahwa menyalahi Undang-Undang yang harus dijalankannya merupakan suatu perbuatan yang dapat merusak keadilan.


Pengaruh Dinamika Administrasi Negara dalam Mencapai Tujuan.

      Pengaruh dinamika administrasi negara salah satunya adalah munculnya Reformasi Administrasi. Hal ini dikarenakan administrasi publik bersifat sangat dinamis, ia selalu di tandai oleh perubahan-perubahan yang dinamis dan tidak statis. Dinamika yang berkembang pada Administrasi publik pada gilirannya memunculkan model-model baru, seiring dengan perkembangan pemikiran para ahli. Islamy (2000:3) mengemukakan bahwa “administrasi negara sebagai suatu disiplin ilmu telah mengalami berbagai penggantian paradigma”. Ini membuktikan bahwa administrasi publik bukanlah ilmu yang statis tetapi terus berkembang dalam rangka mencari identitas secara kokoh dan mantap. Apa yang terjadi dalam bidang studi administrasi publik. Fokusnya berkembang dan berubah mengikuti dinamika perubahan lingkungan, baik yang bersifat nasional maupun global.

      Reformasi administrasi bertujuan juga untuk memberi saran kepada mereka tentang bagaimana caranya agar individu, kelompok dan institusi, dapat mencapai tujuan lebih efektif, ekonomis dan lebih cepat. (Caiden,p.12).
Sebagaimana halnya dalam kebijakan publik dan pembuatan keputusan, penetuan tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam reformasi administrasi. Karena derajat pencapaian tujuan merupakan tolok ukur di dalam menetapkan sukses atau gagalnya program reformasi administrasi. 

      Reformasi administrasi publik sebagai segala bentuk perubahan yang direncanakan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan kinerja dalam sistem administrasi pelayanan publik.


Ruang Lingkup Administrasi Publik.

      Menurut Pramusinto (1994) Ruang Lingkup reformasi administrasi publik, mencangkup keseluruhan penyempurnaan organisasi publik dalam skala makro, baik menyakngkut aspek formal maupun kultural. Aspek formal meliputi: perbaikan tatanan organisasi, metode, kinerja, struktur organisasi, prosedur, kualitas aparat, administrasi keuangan, administrasi perbekalan, administrasi statistik, administrasi perubahan-perubahan negara, serta penelitian dan pengembangan organisasi. Sedangkan aspek kultural maliputi antara lain: reorientasi aparat dan peningkatan kualitas pelayanan. 

      Ruang lingkup administrasi publik meliputi dimensi-dimensi strategis yaitu: Kebijakan, Organisasi, Manajemen, Moral dan Etika, Lingkungan, serta Akuntabilitas Kinerja.
Sebegitu luasnya ruang lingkup ilmu administrasi publik sehingga dapat pula mencangkup ilmu-ilmu sosial lain terutama yang memiliki objek materinya negara, yaitu antara lain Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik, Hukum Tata Negara, dan Ilmu Negara sendiri, serta Ilmu Filsafat yang menjadi sumber keilmuan.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Administrasi Publik dalam Mencapai Tujuan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi administrasi publik dalam mencapai tujuan adalah:
a. SDM (adanya sekelompok orang);
b. Tujuan tertentu;
c. Usaha Kerjasama;
d. dan Komunikasi.

      Alasanya adalah karena tidak semua tujuan dapat dicapai oleh manusia seorang diri. Tujuan-tujuan yang sederhana mungkin dapat diusahakan sendiri oleh masing-masing orang. Tapi tujuan-tujuan yang besar atau berat biasanya terletak diluar kemampuan seseorang untuk mencapainya seorang diri. Oleh karena itu timbulah keharusan pada orang itu untuk bersama-sama orang lain mengusahakan tercapainya tujuan yang dikehendaki. 
   
      Dengan ini terjadilah usaha kerjasama. Komunikasi diperlukan karena untuk mengatakan sesuatu atau menunjukkan bagimana sesuatu harus dikerjakan, dan sebaliknya maka harus mendengarkan pula pendapat orang yang yang dikatakan itu, agar dapat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Segenap rangkaian perbuatan sekelompok orang dalam suatu usaha kerjasama yang menyelenggarakan tercapainya sesuatu tujuan tertentu dapat dicakup dengan 1 istilah yaitu “administrasi”.

      Tujuan administrasi negara secara umum. Menurut Leonard D. White dalam bukunya An Introduction to the Study of Public Administration, menyatakan bahwa tujuan administrasi negara sama dengan tujuan negara.
Adapun tujuan negara pada umumnya menurut Prof. Merriam dalam buku Systematic Politics, adalah :
1. Keamanan dari luar;
2. Ketertiban dalam negeri;
3. Keadilan;
4. Kesejahteraan masyarakat;
5. Kemerdekaan.

      Bahwa Dasar Negara tidak dapat dipisahkan dari tujuan Negara atau Tujuan Administrasi Negara. Berhasil tidaknya tujuan itu tergantung terhadap Administrasi Negaranya. Oleh karena itu, tugas-tugas dan kewajiban administrasi tidaklah ringan, melainkan berat sekali, yaitu harus dapat melindungi seluruh bangsa Indonesia, mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia, mewujudkan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyat dan ikut berusaha untuk mewujudkan ketertiban dunia. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar