Label

Minggu, 13 Mei 2012

DESA SEBAGAI KOMPONEN UTAMA BAGI PENGEMBANGAN KAPASITAS KABUPATEN


Sebagai sebuah struktur logis pemerintahan pengembangan kapasitas Desa merupakan komponen utama bagi pengembangan Kapasitas Kabupaten. Desa yang diperlakukan secara lebih baik sehingga mereka mampu memiliki keberdayaan untuk melaksanakan berbagai aktivitasnya secara lebih sistematis merupakan salah satu kekuatan yang penting bagi sebuah Kabupaten untuk memiliki daya saing dalam berproduksi melalui media-media pengembangan kesejahteraan dan berinteraksi secara dinamis dan mutualis dengan daerah lainnya. Pada satu sisi desa memiliki keunikan dalam bentuk adanya karakteristik kultural yang mewarnai aktivitas pengelolaan masyarakatnya. Karakteristik ini menjadi sebuah referensi dalam melaksanakan tata hubungan bermasyarakat dan juga dalam mengelola pemerintahan pada lingkupnya. Adanya inisiatif lokal (local iniciative) dan kearifan lokal (local wisdom) dalam merespon permasalahan yang seringkali muncul dalam kehidupan di desa menjadi sebuah kekuatan bagi mereka.
Pada sisi yang lain, desa merupakan sebuah entitas yang masih haus dengan referensi-referensi baru di dalam aspek pengelolaan masyarakat dan pemerintahannya. Komunitas desa yang saat ini sudah memiliki justifikasi untuk mengelola entitas mereka secara mandiri secara paralel juga memerlukan masukan-masukan segar yang bisa memberi inspirasi bagi mereka dalam mengelola entitasnya. Dibutuhkan berbagai kontribusi dari pihak luar, termasuk adalah dari kelompok akademik untuk memberi kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas desa tersebut. Kontribusi yang terpenting bukan hanya dalam aspek infrastruktur yang memang secara nyata diperlukan guna memperoleh aksesibilitas yang lebih baik dalam komunitasnya namun juga adalah dalam aspek peningkatan dan penambahan kualitas rujukan bagi sumber daya manusia untuk melaksanakan berbagai fungsi pengelolaan masyarakat desa.
Konsekuensi logis yang bisa dihasilkan dari usaha ini adalah meningkatnya dan bertambahnya pula kualitas kinerja kelembagaan desa yang dikelola oleh mereka untuk melaksanakan berbagai fungsi kelembagaan yang dijalankannya. Lingkup yang dikemukakan tersebut merupakan prospek bagi kontribusi nyata pihak akademis dengan prinsip Tri Darma Perguruan Tinggi yang dimilikinya. Kelompok akademis dalam hal ini dapat menjalankan peran untuk memberikan rujukan-rujukan baru atau yang lebih baik dalam aspek pengelolaan Sumber Daya Manusia (aparatur) pemerintahan desa dan beberapa aspek teknis dalam pengelolaan pemerintahan desa sehingga kemudian dapat berimplikasi pada peningkatan kapasitas kelembagaan desa secara keseluruhan. Sejalan dengan peran tersebut, desa juga dapat menjadi sebuah media pembelajaran bagi kelompok akademis, dengan melihat fenomena-fenomena, keunikan dalam praktik pengelolaan pemerintahan dan interaksi dalam masyarakat dapat menjadi sebuah referensi baru bagi pengkajian-pengkajian tentang Desa, Pemerintahan Desa dan Masyarakat Desa.
Timbal balik desa sebagai sebuah laboratorium ini merupakan potensi desa yang harus ditangkap secara lebih baik guna kepentingan pengembangan ilmu yang dalam jangka panjang manfaatnya juga akan kembali dirasakan oleh entitas desa. Dengan berlandaskan kepada hal tersebut maka program Desa Mitra digagaskan dan dirumuskan oleh Laboratorium Administrasi dan Kebijakan Publik Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Lampung. Adanya prospek berupa hubungan timbal balik yang saling menguntungkan tersebut merupakan sebuah prospek yang ingin diimplementasikan guna peningkatan dan pengembangan kapasitas institusi secara bersama-sama. Tujuan yang hendak dicapai dari pelaksanaan program ini diharapkan akan diperoleh oleh Pemerintahan Desa dan juga Mahasiswa.
Tujuan yang dimaksud dalam hal ini adalah segala sesuatu yang hendak di capai dalam rangkaian kegiatan program ini. Tujuan ini antara lain adalah sebagai berikut:1). Terjadinya hubungan sosial yang saling memahami dan menghargai antara Mahasiswa dengan Pemerintahan Desa dan Masyarakat Desa.2).Terjadinya transfer pengetahuan dan pengalaman antara Pemerintahan Desa dan Mahasiswa dalam konteks aktivitas Pemerintahan Desa dan Pengelolaan Masyarakat Desa.3).Terhimpunnya data dan informasi yang cukup dari Pemerintahan Desa dan Masyarakat Desa oleh Mahasiswa yang selanjutnya akan menjadi bahan analisis untuk pemetaan potensi sosial Desa yang diharapkan akan berguna bagi pengkajian dan pengembangan desa.
Manfaat yang hendak diwujudkan dari pelaksanaan program ini diharapkan akan diperoleh oleh Desa dan Mahasiswa. Manfaat yang dimaksud dalam hal ini adalah suatu hasil yang dapat dirasakan setelah program ini selesai dilaksanakan, hal tersebut dapat dirinci sebagai berikut:1).Manfaat Bagi Desa antara lain adalah:a.Adanya peningkatan pengetahuan baru dalam aspek pengelolaan Pemerintahan Desa maupun dalam hubungannya dengan masyarakat desa. b.Adanya referensi/ rujukan baru bagi Pemerintah Desa untuk mengidentifikasi solusi bagi proses pengelolaan aktivitas pemerintahan Desa. c.Memberikan stimulasi bagi Pemerintahan Desa untuk meningkatkan aktivitas-aktivitas di dalam pengelolaan Desa. 2.Manfaat Bagi Mahasiswa antara lain adalah:a).Sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa terhadap praktik Pengelolaan Desa sehingga diharapkan akan adanya pandangan yang lebih realitis terhadap Pengelolaan Pemerintahan Desa.b).Sebagai media stimulasi bagi mahasiswa untuk melakukan kajian-kajian tentang Pemerintahan Desa dan Permasalahannya sehingga kemudian diharapkan akan mampu memecahkan masalah dan memberikan solusi yang baik bagi Pemerintahan Desa tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar