Label

Rabu, 04 April 2012

pertumbuhan ekonomi pada masa sekarang





Dalam pertumbuhan ekonomi pada masa sekarang ini, khususnya di negara kita indonesia, persaingan yang terjadi diantara perusahaan-perusahaan sudah semakin meningkat, untuk menanggapi keadaan tersebut maka perusahaan akan mengupayakan segala cara untuk memenangkan suatu persaingan yang terjadi antara perusahaan. sehingga pada saat sekarang suatu perusahaan dituntut dapat membangun/menciptakan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovatif di dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Salah satu keputusan strategis yang paling penting dibuat oleh perusahaan untuk mencapai tujuan adalah dimana perusahaan tersebut harus menempatkan lokasi operasinya, karena lokasi adalah pemacu biaya yang cukup signifikan dan lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan (menghancurkan) strategi bisnis suatu perusahaan. Strategi lain yang juga merupakan suatu keputusan penting adalah strategi tata letak, dimana strategi tata letak sangat mempengaruhi efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak juga memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan dan citra perusahaan.
Mengingat pentingnya perencanaan lokasi dan tata letak perusahaan maka penulis di dalam penyusunan makalah ini akan menjabarkan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi perusahaan serta cara-cara di dalam melakukan strategi tata letak tersebut dan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan di dalam pencapaian tujuan (goal). Sehingga perencanaan lokasi dan tata letak suatu perusahaan merupakan suatu cara atau strategi yang perlu di perhatikan agar perusahaan dapat meminimalkan biaya bahan baku, biaya produksi, dan biaya penjualan agar dapat bersaing dalam suatu persaingan perekonomian.
 Di dalam menjalankan kegiatannya, seringkali suatu perusahaan dihadapkan dengan berbagai permasalahan. Permasalahan yang timbul ini menghalangi perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan lancar.
Untuk itu, perusahaan perlu mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang timbul. Solusi yang diapakai tentunya telah dianggap tepat bagi perusahaan, setidaknya pada saat solusi itu dipakai.
Perencanaan Lokasi (Dr. Manahan P. Tampubolon,MM) adalah kegiatan penentuan lokasi perusahaan yang terlebih dahulu harus diadakan penelitian dan peninjauan situasi lokasi yang akan dipilih oleh perusahaan. Sebelum suatu perusahaan mendirikan pabrik, biasanya direncanakan letaknya sebaik mungkin. Sebab letak ini berpengaruh terhadap biaya operasi atau produksi, harga jual, serta kemampuan perusahaan untuk bersaing di pasar. Hal ini sangat menentukan keberhasilan perusahaan. Apabila pabrik sudah terlanjur berdiri ternyata baru diketahui kesalahan letaknya dan jika dipindah akan memakan biaya yag sangat mahal. Ada perusahaan yang meletakkan pabriknya di dekat pasar, ada yang dekat dengan bahan baku, dan sebagainya. Masing-masing memiiki alasan yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, toko emas biasanya terletak berdekatan tetapi pegadaian selalu terletak berjauhan. Alasan toko emas karena konsumen selalu membandingkan, baik mengenai harga maupun kualitas di beberapa toko sehingga mereka biasanya terletak berdekatan. Sedangkan pegadaian alasannya karena pegadaian yang satu dengan yang lain tidak boleh bersaing dan kalau di suatu wilayah terdapat dua pegadaian atau lebih, kiat mereka kurang efisien. Contoh lain adalah perusahaan gula pasir biasanya diletakkan di dekat lahan penanaman tebu. Alasannya karena bahan baku gula adalah tebu, yang beratnya sepuluh kali daripada gula yang dihasilkan, dan tebu mudah rusak atau menurun kadar gulanya jika tidak segera diproses.
Menurut Dr. Manahan P.Tampubolon, MM. dalam bukunya Manajemen Operasional, strategi lokasi tersebut menggambarkan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk menciptakan efisiensi dan pelayanan pasar (pelanggan) yang lebih cepat dan efisien, sebagai salah satu strategi menghadapai persaingan. Strategi ini dapat menjadi keunggulan bagi perusahaan untuk dapat menentukan lokasi yang strategis dari segi persaingan dalam merebut pasar, sehingga pelanggan tidak kecewa untuk memperoleh produk ataupun pelayanan yang cepat sesuai dengan keinginan konsumen.
Di saat manajemen memutuskan untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya menjadi tetap dan sulit untuk dikurangi. sebagai contoh. jika sebuah lokasi pabrik baru berada pada satu daerah dengan biaya energi yang tinggi, bahkan manajemen yang baik dengan strategi penekanan biaya energi yang luar biasapun akan memulai dengan kerugian. Hal yang sama terjadi dengan manajemen yang memiliki strategi sumber daya manusia yang baik namun tenaga kerja pada lokasi yang dipilih mahal, kurang terlatih, dan memiliki etos kerja yang buruk. dengan demikian kerja keras yang dilakukan manajemen untuk menetapkan lokasi fasilitas yang optimal merupakan investasi yang baik. keputusan lokasi sering bergantung kepada tipe bisnis. untuk keputusan lokasi industri strategi yang biasa digunakan adalah strategi yang digunakan untuk meminimalkan biaya, sedangkan untuk bisnis eceran dan jasa profesional strategi yang digunakan terfokus pada memaksimalkan pendapatan. Walaupun demikian, strategi lokasi pemilihan gudang dapat ditentukan oleh kombinasi antara biaya dan kecepatan pengiriman. secara umum, tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan lokasi bagi perusahaan.
Keputusan lokasi tidak sering dilakukan oleh perusahaan biasanya karna perimintaan telah melebihi kapasitas pabrik yang ada, atau karna adanya perubahan produktifitas tenaga kerja, valuta asing, biaya-biaya, dan sikap masyarakat sekitar. perusahaan juga dapat memindahkan fasilitas manufaktur atau jasa mereka, karna adanya pergeseran demografi dan permintaan pelanggan.
Penentuan lokasi akan mempengaruhi tingkat keuntungan yang dapat dicapai perusahaan. komponen keuntungan terdiri dari biaya modal (cost of capital), biaya operasional (operational expenses) dan sumber-sumber penerimaan (revenue). biaya modal yang dikeluarkan sebagian digunakan untuk mendirikan perusahaan baru maupun perluasan yang sudah ada. umumnya biaya modal yang dikeluarkan berjumlah sangat besar yang mencakup biaya konstruksi dan fasilitas operasional, dan besarnya biaya modal ini akan sangat dipengaruhi oleh jarak dan harga yang berlaku pada lokasi tertentu yang dipilih. demikian juga biya operasional yang mencakup upah/ gaji karyawan, biaya transportasi bahan baku dan biaya pemasaran produk ke pasar, ketepatan waktu penyampaian produk, keterkaitan informasi pasar yang bertalian dengan bahan baku untuk kelancaran produksi.
Bagi perusahaan jasa atau pelayanan, seperti Bank, Restoran, Bioskop, dan sebagainya, hubungan lokasi dan penerimaan akan sangat dipengaruhi oleh jarak yang mudah dijangkau oleh semua golongan konsomen. Penentuan lokasi harus dilakukan melalui analisis yang seksama serta pertimbangan yang logis.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Perencanaan Lokasi
Pemilihan letak pabrik dipengaruhi oleh beberapa hal atau factor. Ada yang membagi faktor faktor itu kedalam faktor perimer dan faktor sekunder . ada pula yang membaginya ke dalam faktor intern dan faktor ekstern. Faktor primer adalah suatu faktor yang harus dipenuhi jika tidak dipenuhi proses produksi atau operasi tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya . sedangkan faktor sekunder adalah faktor yang sebaiknya ada, jika tidak dipenuhi masih bisa diatasi meskipun disertai dengan biaya yang relatif lebih mahal. Macam faktor primer serta sekunder ini berbeda antara pabrik yang satu dengan yang lain. Dalam bagian ini tidak mungkin disebutkan pembagian faktor-faktor itu kedalam primer dan faktor sekunder karena keadaan perusahaan yang berbeda-beda.


1.      Letak konsumen atau pasar
Bagi banyak perusahaan, sangat penting untuk berada di lokasi yang dekat dengan pelanggan. misalnya : perusahaan manufaktur mendapati bahwa sangat berguna jika dapat berdekatan dengan konsumen disaat biaya pengiriman barang jadi mahal atau sulit (mungkin ini disebabkan produk yang dikirim banyak, berat, atau mudah pecah). Konsumen adalah pembeli atau pemakai barang/jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan atau lembaga. Pabrik biasanya diletakkan di dekat konsumen dengan alasan sebagai berikut :
a)   Lebih mudah mengetahui perubahan selera konsumen.
b)   Untuk mengurangi risiko kerusakan dalam pengangkutan.
c)   Barang tidak tahan lama.
d)   Biaya pengangkutan barang sangat mahal.
e)   Jasa.
2.   Letak sumber bahan baku
Untuk beberapa industri, letak sumber bahan baku sangat bepengaruh. Biasanya pabrik diletakkan di dekat sumber bahan baku apabila dalam proses produksi bahan baku mengalami penyusutan berat atau volume yang relative cukup banyak, bahan baku mudah rusak atau berubah kualitas, serta kalau risiko kekurangan bahan baku tinggi. Sebagai contoh, perusahaan gula diletakkan di dekat lahan penanaman tebu karena tebu jika tidak segera diproses akan berkurang kadar gulanya serta mengalami penyusutan berat atau volume yang sangat besar dalam proses produksi. Dari satu kuintal tebu hanya dapat menghasilkan kira-kira 10 kg gula pasir.
Biaya pengangkutan tebu dengan sendirinya jauh lebih mahal daripada biaya pengangkutan gula. Apabila letak pabrik diletakkan di dekat lahan penanaman tebu, pengangkutan bahan baku yang berat menjadi murah. Sedangkan pengangkutan gula meskipun jauh tidak apa-apa karena berat atau volumenya jauh lebih sedikit daripada bahan bakunya. Jika persediaan di pasar untuk bahan baku yang diperlukan perusahaan kurang terjamin, maka sebaiknya pabrik diletakkannya dekat sumber bahan baku, maka perusahaan dapat memperpendek jalur pengadaannya, hambatan-hambatan dapat dikurangi, dan apabila harus berebut dengan perusahaan lain dengan didekatkannya pabrik dengan sumber bahan baku adalah mengurangi banyaknya persediaan bahan baku. Karena kekhawatiran atau risiko kekurangan bahan baku lebih rendah, maka jumlah persediaan dapat dikurangi sehingga biaya persediaan dan banyaknya modal yang tertanam dalam persediaan dapat ditekan. Dalam hal ini berarti efisien kerja meningkat.

3.   Sumber Tenaga Kerja
Tenaga kerja dapat dibagi ke dalam dua macam yaitu tenaga kerja tidak terdidik atau unskilled labour dan tenaga kerja terdidik atau skilled labour. Kedua macam tenaga kerja itu memiliki sifat yang sangat berbeda sehingga agak berbeda pula pengaruhnya terhadap pemilihan letak pabri
a.   Tenaga kerja tidak terdidik
Apabila suatu pabrik memerlukan tenaga kerja kurang terdidik dalam jumlah yang banyak, maka untuk memenuhi kebutuhan dengan baik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1). Jumlah tersedianya sumberdaya manusia
Untuk mempermudah memenuhi kebutuhan tenaga kerja, sebaiknya pabrik diletakkan di daerah yang banyak penduduknya sebab biasanya di daerah itu banyak memiliki potensi tenaga kerja kurang terdidik.
2)   Tingkat upah
Apabila tingkat upah di suatu daerah rendah, maka akan dapat menekan biaya produksi. Hal ini terutama sangat dirasakan oleh perusahaan yang bersifat padat kerja (labour intensive) sebab sebagian dari komponen biayanya terdiri atas upah tenaga kerja.
3)   Budaya dan kebudayaan hidup
Kita harus hati-hati dalam memilih tenaga kerja sebab budaya daerah, mata pencaharian, atau kebiasaan hidup masyarakat di daerah itu sangat mempengaruhi efisiensi dan kelancaran kerja pabrik.
Contoh :
a.   Apabila masyarakat di daerah itu kehidupannya bertani, maka pada musim panen biasanya tingkat presensi sangat tinggi karena mereka mengerjakan sawah untuk beberapa hari.
b.   Penduduk di daerah pegunungan yang kering. Biasanya setelah,selesai musim tanam mereka pergi beberapa bulan, setelah musim panen mereka kembali satu atau dua bulan untuk mengerjakan sawahnya.
c.   Apabila adat di suatu daerah sangat kuat kadang-kadang pada hari-hari upacara adat presensi tinggi sebab banyak yang melakukan upacara adat Apabila perusahaan menggunakan tenaga kerja yang kualitasnya semacam itu, maka kontinuitas kerjanya akan terganggu
4)   Mobilitas tenaga kerja
Apabila terpaksa tenaga kurang terdidik dapat dipekerjakan di daerah lain yang jauh dari tempat tinggalnya asalkan disertai dengan upah atau gaji yang tinggi. Hal ini disebabkan kebiasaan hidup tenaga seperti ini relative sederhana dan uang merupakan daya tarik yang sangat kuat
b.   Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik memiliki sifat yang sangat berbeda dengan tenaga kerja kurang terdidik. Biasanya tenaga kerja terdidik memiliki kebiasaan hidup lebih baik daripada tenaga kerja kurang terdidik, lebih jauh memikirkan masa depan, serta lebih mudah mencari pekerjaan lain. Mereka memerlukan fasilitas kesehatan yang baik. Hiburan yang cukup, olahraga, sekolah untuk anak anaknya serta fasilitas lain yang biasanya diperoleh di kota. Mereka biasanya tidak sanggup ditempatkan di tempat-tempat terpencil dalam jangka panjang.
Apabila dipaksa mereka akan keluar sebab mereka memiliki keahlian dan pengalaman sehingga mencari pekerjaan lain tidak sulit. Oleh karena itu, untuk pabrik yang banyak memerlukan banyak tenaga ahli biasanya diletakkan di kota yang mudah mendapat fasilitas yang diperlukan untuk tenaga terdidik. Apabila tidak mungkin, maka ditempat yang terpencil itu perusahaan harus menyediakan fasilitas yang cukup.

4.   Tersedianya Air
Air yang diperlukan perusahaan ada tiga macam, yaitu air yang jernih alami, air jernih yang tidak harus alami, serta sembarang air. Untuk pabrik yang memerlukan air jernih alami sebaiknya diletakkan di daerah yang memiliki sumber air jernih alami atau di tempat yang mudah dijangkau dengan saluran pipa dari sumber tersebut. Biasanya ini diperlukan oleh industri kimia atau makanan tertentu. Obat penjernih air dapat mengganggu proses produksi. Misalnya, industri tempe dan tape. Apabila perusahaan memerlukan air jernih yang tidak harus alami, lebih mudah. Di mana ada air di situ dapat didirikan sebab dapat diambilkan air kotor yang dijernihkan. Misalnya, industri minuman dapat diletakkan di sekitar Jakarta yang jauh dari sumber air jernih alami. Lebih mudah lagi jika air yang diperlukan perusahaan itu sembarang air, tidak perlu jernih. Di mana ada air disitu perusahaan dapat didirikan, misalnya perusahaan baja.

5.   Suhu udara
Suhu udara kadang-kadang sangat menentukan kelancaran proses dan kualitas hasil operasi . pada proses operasi yang memerlukan suhu udara dingin alami kegiatannya harus diletakkan di pegunungan atau daerah yang suhunya rendah. Misalnya: perkebunan teh, penanaman jamur merang, penanaman tembakau , dan sayur-mayur banyak terdapat dipegunungan. Karena kegiatan-kegiatan diatas selain memerlukan suhu yang dingin juga udara terbuka dan sinar matahari langsung. Tidak mungkin kita memasang AC di kebun dengan udara terbuka. Dalam hal ini suhu udara merupakan faktor primer.
Ada pula kebutuhan suhu udara yang tidak perlu alami,tetapi diapsang alat pendingin atau AC. Misalnya untuk penggudangan ikan atau udang, pabrik tekstil, serta ruang komputer. Dalam hal ini suhu udara semacam ini lebih mudah dipenuhi serta lebih fleksibel sifatnya, karena di setiap tempat kita dapat memasang AC asalkan tersedia listrik, tetapi biayanya lebih mahal

6.   Tenaga Listrik
Hampir setiap perusahaan memerlukan tenaga listrik sehingga sebagian besar operasi atau produksi memerlukannya. Hanya ada beberapa operasi atau produksi yang tidak atau sedikit kebutuhan listriknya. Biasanya yang sifatnya tradisional atau mengandung banyak seni.untuk kegiatan yang harus memerlukan banyak tenaga listrik (mis.pabrik tekstil,kertas, dan gula yang menggunakan mesin modern) listrik merupakan faktor primer. Tersedianya tenaga listrik merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pemilihan letak pabrik. Apabila daerah tempat pabrik didirikan sudah ada fasilitas tenaga listrik perusahaan tinggal berlangganan saja. Apabila perusahaan harus menyediakan sendiri pembangkit tenaga listrik, masalahnya memerlukan investasi mahal serta memerlukan petugas khusus yang harus menangani. Perusahaan listrik biasanya dapat bekerja lebih efisien sehingga kita dapat berlangganan dengan tarif lebih murah. Selain itu, mereka sudah mempersiapkan diri kalau ada kerusakan atau hambatan dalam pengadaan tenaga listrik, mesin-mesin atau fasilitasnya maupun dari pengaturan kerja serta penjadwalannya jika terpaksa diadakan penggantian pemadaman


7.   Fasilitas Transportasi
Fasilits transportasi merupakan faktor yang sangat penting sebab kegiatan tidak dapat dipisahkan dari pemindahan atau pengangkutan, baik pengangkutan masukan maupun keluarannya. Dengan tersedianya kondisi transportasi yang baik maka perusahaan dapat dengan mudah mendisttibusikan produk kepada distributor ataupun langsung kepada konsumen.

B. Strategi Tata Letak
Tatak Letak (James M. Apple) adalah kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan selalu berhubungan erat dengan industri manufaktur. Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya serta kualitas lingkungan kerja, kontrak pelanggan dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang differensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.
Layout yang tepat menunjukkan ciri-ciri adanya penyesuaian tata letak fasilitas operasional terhadap jenis produk dan proses konservasi. Pengaruh layout yang tepat bagi perusahaan adalah peningkatan produktivitas perusahaan. Perihal tersebut disebabkan arus barang yang akan diproses, dan selanjutnya masuk ke dalam pemrosesan sampai menjadi produk akhir dapat berjalan dengan lancar. Aspek lain, karyawan yang langsung terlibat di dalam pemrosesan dapat bergerak leluasa tanpa takut akan kemungkinan terjadi kecelakaan, sehingga mereka bekerja dengan tenang dan aman. Karena alasan tersebut di atas, maka diperlukan perencanaan layout yang seksama. Pentingnya perencanaan layout disebabkan beberapa hal, yaitu sebagai     berikut :
Untuk manufaktur
1.   Terjadinya perubahan desain produk yang secara terus-menerus untuk membuat produk baru.
2.   Kemungkinan penggantian fasilitas yang harus selalu baru (up to date).
3.   Setiap perubahan fasilitas akan menciptakan perubahan kondisi kerja yang tidak selalu menciptakan kepuasan atau kemungkinan terjadinya kecelakaan dalam proses
4.   Perpindahan lokasi pemasaran (market changes), dan untuk alasan penghematan dan pengiriman atau pelayanan yang cepat dan baik.

Untuk usaha jasa
1.   Karena tuntutan pelayanan yang prima dari pelanggan, sehingga harus disesuaikan di dalam usaha memenuhi kepuasan pelanggan.
2.   Perubahan layout dapat menciptakan persepsi palanggan bahwa perusahaan memperhatikan pelanggannya, atau merupakan gambaran bonafiditas perusahaan.
3.   Tuntutan pelanggan menginginkan layanan paling cepat dengan mutu yang tinggi, sehingga layout harus mendukung sistem layanan tersebut.
4.   Perilaku pelanggan yang terus berubah harus diikuti perusahaan dengan melakukan perubahan layout secara berkelanjutan (continous improvement)

Dalam semua kasus, bahwa desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk mencapai beberapa hal dibawah ini misalnya :
1.   Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi
2.   Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik
3.   Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.
4.   Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik
5.   Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebut akan perlu di ubah.

Sehingga dengan melakukan pertimbangan tersebut suatu perusahaan dapat mewujudkan tujuannya dengan semaksimal mungkin.


Tipe- Tipe Tata Letak (Layout)
1.   Tata Letak Dengan Posisi Tetap (Fixed Position Layout)
Dalam tata letak dengan posisi letak (fixed position layout), proyek tetap berada pada satu tempat sementara para pekerja dan peralatan datang pada tempat tersebut. contoh tipe proyek seperti ini adalah proyek pembuatan kapal, jalan layang, jembatan, rumah, dan sumur minyak bumi.
2.   Tata Letak Berorientasi Proses (Process Oriented Layout)
Dalam tata letak berorientasi proses (process oriented layout) dapat menangani beragam barang atau jasa secara bersamaan. ini merupakan cara tradisional untuk mendukung sebuah strategi difrensiasi produk. tata letak ini sangat efisien disaaat pembuatan produk yang memiliki persyaratan berbeda atau disaat penanganan pelanggan, pasien, atau klien dengan kebutuhan yang berbeda. contoh . rumah sakit, klinik. seorang pasien yang masuk, masing-masing dengan kebutuhan yang berbeda, membutuhkan rute yang berbeda melalui pendaftaran, laboratorium, kamar operasi, radiologi, apotik, ruang perawatan, dan sebagainya. peralatan,keahlian, dan pengawasan diatur disekitar proses ini.
3.   Tata Letak Kantor ( Office Layout)
Tata letak kantor bertujuan untuk menentukan posisi karyawan dan peralatan agar selalu fleksibel. ruangan kantor setiap karyawan diatur luasnya secara efesien agar dapat bekerja secara produktif atau efektif, baik di dalam melakukan tugas maupun di dalam pengelolaan informasi dan perubahan yang berhubungan dengan penyelesaian tugasnya. contoh. Posisi fasilitas karyawan di dalam suatu ruangan.
4.   Tata letak Ritel (Retail Layout)
Tata letak Ritel (Retail Layout) didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi tergantung pada produk yang dapat menarik perhatian pelanggan. jadi banyak manajer operasi ritel mencoba untuk memperlihatkan produk-produk kepada pelanggan sebanyak mungkin, penelitian menunjukkan bahwa semakin besar produk yang dapat terlihat oleh pelanggan maka penjualan akan semakin tinggi dan tingkat pengembalian investasi akan semakin tinggi. contoh. supermarket.
5.   Tata Letak Gudang dan Penyimpanan (warehouse Layout)
Tata Letak Gudang dan Penyimpanan (warehouse Layout) adalah sangat penting diperhatikan dengan tujuan untuk penanganan dan pengendalian barang dapat dilakukan secara baik, sehingga tidak ada barang yang rusak atau tertunda pengeluarannya. tata letak gudang disesuaikan dengan sistem persediaan yang digunakan, seperti sistem persediaan barang dengan FIFO (first in First out) artinya barang yang pertama diterima harus siap dikeluarkan pertama sekali. Mis. Penyusunan barang yang rapi untuk mempermudah keluar masuk barang.
6.   Tata Letak Berorientasi Produk (Product Oriented Layout)
Digunakan jika sebuah produk terstandarisasi proses produksinya, pada umumnya produk dihasilkan dalam jumlah besar dan merupakan proses yang kontineu. tiap produk mempunyai urutan operasional yang sama dari awal sampai akhir. dalam tata letak produk pusat-pusat kegiatan, mesin-mesin dan peralatan disusun membentuk suatu garis untuk mempersiapkan urutan operasional yang akan menghasilkan produk. contoh. Produksi makanan

Fungsi Tata Letak
Sebuah perusahaan dapat mempunyai gedung-gedung yang besar, mesin-mesin modern yang beraneka ragam dan bahan-bahan untuk produksi yang tersedia serta pekerja-pekerja yang sudah terlatih baik, belum tentu dapat menghasilkan barang-barang hasil produksi dengan ongkos yang murah. Oleh karena itu peranan lay-out merupakan peranan yang sangat penting dalam suatu proses produksi, sehingga dapat menghasilkan efisiensi yang tinggi. Dengan adanya lay-out yang baik, maka kemungkinan besar produksi akan bertambah dan mutu produksi dapat ditingkatkan. Juga kesehatan para pekerja dapat dijamin, sehingga faktor-faktor produksi dapat diorganisir dengan baik. Untuk mendapatkan kelancaran kerja, maka semua mesin-mesin dan peralatan yang ada harus disusun sedemikian rupa, sehingga mempermudah proses produksi itu sendiri. Selain dari itu suasana kerja yang baik dan kesehatan kerja terpelihara, efektif serta harmonis turut berperan dalam kelancaran kerja. Di samping lay-out yang baik, penempatan pabrik pada suatu tempat tertentu mempunyai efek yang penting bagi sukses atau tidaknya operasi perusahaan yang bersangkutan. Jadi penempatan pabrik juga sangat penting artinya bagi industri dalam penentuan biaya produksi.

Tanda –Tanda Tata Letak Yang Baik
1.   Keterkaitan kegiatan yang terencana
2.   Pola aliran barang terencana.
3.   Aliran yang lurus
4.   Langkah balik (kembali ke temapat yang telah dilalui) minimum.
5.   Gang yang lurus
6.   Pemindahan antar operasi minimum.
7.   Jarak pemindahan minimum.
8.   Pemrosesan di gabung dengan pemindahan bahan.
9.   Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman.
10. Operasi pertama dekat dengan penerimaan.
11. Operasi terakhir dekat dengan pengiriman.
12. Tata letak yang dapat disesuaikan dengan perubahan.
13. Direncanakan perluasan yang terencana.
14. Barang setengah jadi minimum.
15. Pemakaian seluruh lantai pabrik maksimum.
16. Ruang penyimpanan cukup
17. Penyediaan ruang yang cukup antar peralatan.
18. Bangunan di didirikan di sekeliling tata letak.
19. Bahan diantar ke pekerja dan diambil dari tempat kerja.
20. Sesedikit mungkin jalan kaki antar operasi produksi.
21. Alat pemindah mekanis di pasang pada tempat yang sesuai.
22. Pengendalian kebisingan, kotoran, debu, asap, kelembapan yang cukup.
23. Sesedikit mungkin pemindahan barang.
24. Pemisah tidak menggangu aliran barang.
25. Pembuangan barang sisa sekecil mungkin
26. Penempatan yang pantas bagi bagian penerimaan dan pengiriman.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar