Label

Rabu, 04 April 2012

MANAJEMEN STRATEGIK



  STRATEGI INDUK ( GRAND STRATEGIY )
Strategi induk dalah merupakan satu-satunya strategi utama dan merupakan pedoman induk bagi semua operasional perusahaan atau organisasi .
Strategi induk terdiri dari 4 strategi utama , yaitu :
1.      Strategi stabilitas
Strategi stabilitas lebih mungkin terjadi kalau perusahaan itu berjalan dengan baik , lingkungan tidak terlalu rawan , dan produk atau jasa telah mencapai tahap pemantapan atau kematangan , periode depresi dan kemakmuran dalam PLC .
2.      Strategi ekspansi
Strategi ini lebih mungkin dilakukan dalam industry atau perusahaan/organisasi yang sangat ketat tingkat persaingannya dan rawan , tetapi dalam iklim yang kondusif , terutama pada tahap permulaan atau perkenalan dan pada tahap pertumbuhan serta pada periode kemakmuran dalam PLC .
3.      Strstegi penciutan
Strategi ini lebih mungkin dilakukan apabilaperusahaan atau organisasi tidak berjalan dengan baik atau tidak lancer , profit marjin mungkin akan dapat ditempat lain . penciutan dapat melalui restrukturisasi , reorganisasi , diversiasi dan likuidasi .
4.      Strategi kombinasi
Strategi ini lebih mungkin dilakukan bagi perusahaan atau organisasi dengan SBU dalam transisi ekonomi .

PEMILIHAN STRATEGI
Pemilihan strategi adalah keputusan untukmemilih dari sejumlah alternative atau beberapa strategi induk , yang dianggap sebagai yang terbaik untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi . dengan kata lain pemilihan strategi dan penyusunan strategi adalah keputusan untuk  menseleksi dari alternative strategi induk yang dipertimbangkan . strategi yang dianggap paling tepat dan terbaik mendapatkan factor kunci keberhasilan dari situsi data factor SAP dan ETOP .
Analisis dan penelitian secara simultan atas lingkungan internal ( SAP ) dan factor eksternal ( ETOP ) memungkinkan perusahaan mengidentifikasi berbagai peluan interaktif yang mungkin muncul , sebagai jalur investasi perusahaan .
Beberapa factor yang dapat mempengaruhi dalam pemilihan strategi anara lain :
§  Persepsi manajemen tentang ketergantungan pihak eksteren
§  Presepsi manajemen terhadap resiko
§  Persepsi manajemen akan strategi masa lampau
§  Hubungan kekuasaan manajerial

STRATEGI OPERASIONAL
Strategi operasional disini adalah merupakan strategi yang dirancang dan penajaman dari strategi induk sesuai bidang , fungsi dan kegunaannya didalam operasi perusahaan atau organisasi . Yang menjadi strategi operasional , antara lain :




1.      Strategi Generic
Yaitu strategi yang mengarahkan usahanya kedalam , keunggulan biaya menyeluruh diferensiasi dan focus , dalam rangka untuk mendapatkan keunggulan bersaing .
Prinsip yang harus dibangun didalam strategi generic ini bagaimana perusahaan memperoleh kemenengan dalam peperangan . strategi ini ditunjukkan melalui cara-cara yang dapat dilakukan sekaligus atau salah satu diantaranya , perhatikan dibawah ini :
·         Diferensiasi
Perusahaan berusaha bagaimana bisa tampil beda , baik didalam produk , pasar , harga dan distribusi maupun pelayanannya . tujuannya untuk menciptakan suatu kepanatikan konsumen kepada produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan dan menciptakan sekaligus menarik konsumen baru atau konsumen pesaing .
·         Kepemimpinan biaya menyeluruh
Kompetensi yang harus dimiliki perusahaan antara lain :
Ø  Manajemen pemasaran dengan titikberat pada distribusi biaya rendah
Ø  Sumber daya manusia yang kuat dan handal
Ø  Rekayasa proses selektif berikut pengendaliannya
Ø  Investasi modal yang terus menerus dan kuat dalam permodalan .
Perusahaan dengan kompetensi diatas dapat memiliki keunggulan biaya sehingga memungkinkan memiliki aksesibilitas produk dengan volume yang tinggi dan pasar yang lebih luas .
·         Focus
Usaha tetap untuk memperoleh kemenangan perang bisnis , tetap dengan menghindari kompetisi langsung dengan pihak pesaing , yaitu dengan mengkonsentrasikan diri pada pasar sasaran ( market target ) . kompetensi yang harus dimiliki perusahaan yang melakukan cara ini antara lain :
Ø  Memiliki kekuatan sumber daya manusia dengan organisasi yang stabil
Ø  Menciptakan keunggulan diferensiasi dalam segmen pasar
Ø  Menciptakan keunggulam biaya dalam segmen pasar
Perusahaan berusaha menciptakan suatau kebutuhan pasar atau berusaha memenuhi keinginan pasar ( konsentrasi pada keinginan konsumen ) dibanding dengan para pesaingnya .

2.      Strategi variasi
Yaitu strategi yang mengarahkan usahanya kedalam beberapa strategi operasional, antara lain :
·         Pengembangan produk
Product development strategy ini sering kali digunakan untuk memperpanjang usia atau daur hidup ( PLC ) produk yang sudah ada , untuk meningkatkan reputasi merk tertentu.
·          Pengembangan pasar
Market development strategy ini dapat menggunakan rancangan untuk membuka pasar baru atau ekspansi , baik regional , nasional maupun internasional .
·         Penetrasi Pasar
Market penetration strategy ini digunakan untuk mengusir ( melumpuhkan ) pasaing atau pemain lama dan sekaligus membentengi diri dari serangan persaingan .
·         Integrasi Horizontal
Horizontal integration strategy ini dapat melalui akuisisi satu atau beberapa perusahaan sejenis yang beroperasi pada tingkatan rangkaian produksi-pemasarn yang sama .
·         Integrasi vertical ( kedepan dan belakang )
Vertical integration strategy adalah mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang memasok masukannya , seperti bahan baku . bisa juga mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang menjadi pembeli keluarannya , seperti gudang untuk barang jadi .
·         Diversifikasi Konsentrik
Consentric diversification strategy adalah strategi yang dijalankan untuk memperkuat internal perusahaan dalam mengatasi kelemahan , mengambil peluang pesaing dan menetralisir ancaman yang ada melalui penganekaragaman yang sejalan dengan produk inti , pasar , saluran distribusi dan teknologi , baik diperoleh melalui pengakusisian maupun memunculkan dari dalam .
·         Diversifikasi konglomerat
Conglomerate diversification strategy adalah usaha untuk meningkatkan keseimbangan portofolio melalui akuisisi perusahaan lain dalam jumlah besar dalam rangka menciptakan laba yang lebih besar .
·         Difersifikasi horizontal
Horizontal diversification strategy adalah menitik beratkan pada ekspansi pertumbuhan penganekaragaman baik produk maupun pasar dapat melalui akuisisi atau pemunculan dari dalam lebih dari satu atau beberapa perusahaan sejenis yang beroperasi pada tingkat rangkaian produksi –pemasaran yang sama .
·         Diversifikasi Vertical
Vertical diversification strategy menggunakan beberapa atau banyak pemasok dan pembeli keluaran produknya untuk mendapatkan cadangan baik dakam bentuk bahan baku atau barang jadi .
·         Patungan Bisnis
Join venture strategy adalah usaha yang meluaskan hubungan antar perusahaan dan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda .


·         Penciutan
Retrenchement strategy adalah merupakan strategi untuk merestrukturisasi baik jaringan kerja , produk , pasar maupun sumber daya lainnya untuk memperkuat ketahanan bisnis .
·         Divestasi
Divestiture strategy ini dilakukan dengan menjual perusahaan atau komponen utama perusahaan .
·         Likuidasi
Liquidation strategy sebagai usaha untuk membersihkan perusahaan karena dianggap tidak mampu setelah dilakukan pembenahan melalui penciutan dan disvenstasi .
·         Putar haluan
Turnaround strategy ini dapat memperkecil jaringan usaha , produk , pasar . dapat juga dilakukan dengan bekerja sama dengan perusahaan lain .

FACTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN STRATEGI
Didalam menopang kehidupan perusahaan beberapa factor yang mempengaruhi mendukung keberhasilan strategi perlu diperhatikan , antara lain :
·         Merekrut dan mempertahankan manajer yang berkualitas tinggi
·         Membina calon-calon manajer baru untuk berbagai operasi
·         Mendorong para dan calon manajer untuk punya rasa memiliki dan membangun perusahaan atau organisasi .
·         Menjamin dan memungkinkan penilaian , kreatifitas , imajenasi dan aktualisasi diri yang lebih baik dalam pengambilan keputusan ditingkat manajerial
·         Menginventarisir dan memikirkan ( Re-thingking dan Re-inventing ) untuk pengembangan produk dan pasar baru
·         Pengembangan system manajemen yang lebih baik untuk perencanaan jangka panjang
·         Memberikan kontribusi marjin yang kompetitif bagi para pemegang saham
·         Memaksimalkan nilia investasi pemegang saham
·         Meningkatkan dan menyempurnakan jasa pelayanan kepada konsumen
·         Mengembangkan budaya dan kemauan mengambil resiko dengan keuntungan yang sebanding atas kesempatan bisnis baru yang sangat menarik guna mencapai tujuan perusahaan atau organisasi .

 STRATEGI INDUK ( GRAND STRATEGIY )
Strategi induk dalah merupakan satu-satunya strategi utama dan merupakan pedoman induk bagi semua operasional perusahaan atau organisasi .
Strategi induk terdiri dari 4 strategi utama , yaitu :
a.    Strategi stabilitas
Strategi stabilitas lebih mungkin terjadi kalau perusahaan itu berjalan dengan baik , lingkungan tidak terlalu rawan , dan produk atau jasa telah mencapai tahap pemantapan atau kematangan , periode depresi dan kemakmuran dalam PLC .
b.    Strategi ekspansi
Strategi ini lebih mungkin dilakukan dalam industry atau perusahaan/organisasi yang sangat ketat tingkat persaingannya dan rawan , tetapi dalam iklim yang kondusif , terutama pada tahap permulaan atau perkenalan dan pada tahap pertumbuhan serta pada periode kemakmuran dalam PLC .
c.    Strstegi penciutan
Strategi ini lebih mungkin dilakukan apabilaperusahaan atau organisasi tidak berjalan dengan baik atau tidak lancer , profit marjin mungkin akan dapat ditempat lain . penciutan dapat melalui restrukturisasi , reorganisasi , diversiasi dan likuidasi .




d.    Strategi kombinasi
Strategi ini lebih mungkin dilakukan bagi perusahaan atau organisasi dengan SBU dalam transisi ekonomi .

PEMILIHAN STRATEGI
Pemilihan strategi adalah keputusan untukmemilih dari sejumlah alternative atau beberapa strategi induk , yang dianggap sebagai yang terbaik untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi . dengan kata lain pemilihan strategi dan penyusunan strategi adalah keputusan untuk  menseleksi dari alternative strategi induk yang dipertimbangkan . strategi yang dianggap paling tepat dan terbaik mendapatkan factor kunci keberhasilan dari situsi data factor SAP dan ETOP .
Analisis dan penelitian secara simultan atas lingkungan internal ( SAP ) dan factor eksternal ( ETOP ) memungkinkan perusahaan mengidentifikasi berbagai peluan interaktif yang mungkin muncul , sebagai jalur investasi perusahaan .
Beberapa factor yang dapat mempengaruhi dalam pemilihan strategi anara lain :
a.    Persepsi manajemen tentang ketergantungan pihak eksteren
b.    Presepsi manajemen terhadap resiko
c.    Persepsi manajemen akan strategi masa lampau
d.    Hubungan kekuasaan manajerial

STRATEGI OPERASIONAL
Strategi operasional disini adalah merupakan strategi yang dirancang dan penajaman dari strategi induk sesuai bidang , fungsi dan kegunaannya didalam operasi perusahaan atau organisasi . Yang menjadi strategi operasional , antara lain :
a.    Strategi Generic
Yaitu strategi yang mengarahkan usahanya kedalam , keunggulan biaya menyeluruh diferensiasi dan focus , dalam rangka untuk mendapatkan keunggulan bersaing .
Prinsip yang harus dibangun didalam strategi generic ini bagaimana perusahaan memperoleh kemenengan dalam peperangan . strategi ini ditunjukkan melalui cara-cara yang dapat dilakukan sekaligus atau salah satu diantaranya , perhatikan dibawah ini :
1.    Diferensiasi
Perusahaan berusaha bagaimana bisa tampil beda , baik didalam produk , pasar , harga dan distribusi maupun pelayanannya . tujuannya untuk menciptakan suatu kepanatikan konsumen kepada produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan dan menciptakan sekaligus menarik konsumen baru atau konsumen pesaing .
2.    Kepemimpinan biaya menyeluruh
Kompetensi yang harus dimiliki perusahaan antara lain :
1)    Manajemen pemasaran dengan titikberat pada distribusi biaya rendah
2)    Sumber daya manusia yang kuat dan handal
3)    Rekayasa proses selektif berikut pengendaliannya
4)    Investasi modal yang terus menerus dan kuat dalam permodalan .
Perusahaan dengan kompetensi diatas dapat memiliki keunggulan biaya sehingga memungkinkan memiliki aksesibilitas produk dengan volume yang tinggi dan pasar yang lebih luas .
3.    Focus
Usaha tetap untuk memperoleh kemenangan perang bisnis , tetap dengan menghindari kompetisi langsung dengan pihak pesaing , yaitu dengan mengkonsentrasikan diri pada pasar sasaran ( market target ) . kompetensi yang harus dimiliki perusahaan yang melakukan cara ini antara lain :
1)    Memiliki kekuatan sumber daya manusia dengan organisasi yang stabil
2)    Menciptakan keunggulan diferensiasi dalam segmen pasar
3)    Menciptakan keunggulam biaya dalam segmen pasar
Perusahaan berusaha menciptakan suatau kebutuhan pasar atau berusaha memenuhi keinginan pasar ( konsentrasi pada keinginan konsumen ) dibanding dengan para pesaingnya .




b.    Strategi variasi
Yaitu strategi yang mengarahkan usahanya kedalam beberapa strategi operasional, antara lain :
1)    Pengembangan produk
Product development strategy ini sering kali digunakan untuk memperpanjang usia atau daur hidup ( PLC ) produk yang sudah ada , untuk meningkatkan reputasi merk tertentu.
2)    Pengembangan pasar
Market development strategy ini dapat menggunakan rancangan untuk membuka pasar baru atau ekspansi , baik regional , nasional maupun internasional .
3)    Penetrasi Pasar
Market penetration strategy ini digunakan untuk mengusir ( melumpuhkan ) pasaing atau pemain lama dan sekaligus membentengi diri dari serangan persaingan .
4)    Integrasi Horizontal
Horizontal integration strategy ini dapat melalui akuisisi satu atau beberapa perusahaan sejenis yang beroperasi pada tingkatan rangkaian produksi-pemasarn yang sama .
5)    Integrasi vertical ( kedepan dan belakang )
Vertical integration strategy adalah mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang memasok masukannya , seperti bahan baku . bisa juga mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang menjadi pembeli keluarannya , seperti gudang untuk barang jadi .
6)    Diversifikasi Konsentrik
Consentric diversification strategy adalah strategi yang dijalankan untuk memperkuat internal perusahaan dalam mengatasi kelemahan , mengambil peluang pesaing dan menetralisir ancaman yang ada melalui penganekaragaman yang sejalan dengan produk inti , pasar , saluran distribusi dan teknologi , baik diperoleh melalui pengakusisian maupun memunculkan dari dalam .
7)    Diversifikasi konglomerat
Conglomerate diversification strategy adalah usaha untuk meningkatkan keseimbangan portofolio melalui akuisisi perusahaan lain dalam jumlah besar dalam rangka menciptakan laba yang lebih besar .
8)    Difersifikasi horizontal
Horizontal diversification strategy adalah menitik beratkan pada ekspansi pertumbuhan penganekaragaman baik produk maupun pasar dapat melalui akuisisi atau pemunculan dari dalam lebih dari satu atau beberapa perusahaan sejenis yang beroperasi pada tingkat rangkaian produksi –pemasaran yang sama .


9)    Diversifikasi Vertical
Vertical diversification strategy menggunakan beberapa atau banyak pemasok dan pembeli keluaran produknya untuk mendapatkan cadangan baik dakam bentuk bahan baku atau barang jadi .
10) Patungan Bisnis
Join venture strategy adalah usaha yang meluaskan hubungan antar perusahaan dan menciptakan keuntungan yang berlipat ganda .
11) Penciutan
Retrenchement strategy adalah merupakan strategi untuk merestrukturisasi baik jaringan kerja , produk , pasar maupun sumber daya lainnya untuk memperkuat ketahanan bisnis .
12) Divestasi
Divestiture strategy ini dilakukan dengan menjual perusahaan atau komponen utama perusahaan .
13) Likuidasi
Liquidation strategy sebagai usaha untuk membersihkan perusahaan karena dianggap tidak mampu setelah dilakukan pembenahan melalui penciutan dan disvenstasi .
14) Putar haluan
Turnaround strategy ini dapat memperkecil jaringan usaha , produk , pasar . dapat juga dilakukan dengan bekerja sama dengan perusahaan lain .

FACTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN STRATEGI
Didalam menopang kehidupan perusahaan beberapa factor yang mempengaruhi mendukung keberhasilan strategi perlu diperhatikan , antara lain :
1)    Merekrut dan mempertahankan manajer yang berkualitas tinggi
2)    Membina calon-calon manajer baru untuk berbagai operasi
3)    Mendorong para dan calon manajer untuk punya rasa memiliki dan membangun perusahaan atau organisasi .
4)    Menjamin dan memungkinkan penilaian , kreatifitas , imajenasi dan aktualisasi diri yang lebih baik dalam pengambilan keputusan ditingkat manajerial
5)    Menginventarisir dan memikirkan ( Re-thingking dan Re-inventing ) untuk pengembangan produk dan pasar baru
6)    Pengembangan system manajemen yang lebih baik untuk perencanaan jangka panjang
7)    Memberikan kontribusi marjin yang kompetitif bagi para pemegang saham
8)    Memaksimalkan nilia investasi pemegang saham
9)    Meningkatkan dan menyempurnakan jasa pelayanan kepada konsumen
10) Mengembangkan budaya dan kemauan mengambil resiko dengan keuntungan yang sebanding atas kesempatan bisnis baru yang sangat menarik guna mencapai tujuan perusahaan atau organisasi .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar