Label

Rabu, 04 April 2012

MANAJEMEN PALAYANAN PUBLIK.


MANAJEMEN HUMAS PADA SAAT KRISIS

Ø  Pengertian Krisis
Krisis pada dasarnya adalah sebuah situasi yang terduga, artinya organisasi umumnya tidak dapat menduga bahwa akan muncul situasi yang mengancam keberadaanya. Sebagai ancaman ia harus ditangani secara cepat agar organisasi dapat berjalan normal kembali.krisis membawa keterkejutan  dan sekaligus mengancam nilai-nilai penting organisasi serta hanya ada waktu yang singkat untuk mengambil keputusan.
Ø  Tahap-Tahap Krisis
Tahap pertama adalah tahap ‘crisis build up’ atau ‘dromal periods’. Pada fase ini gejal-gejala mulai muncul. Untuk mengetahui gejala-gejala krisis yaitu humas harus melakukan:
·        Melakukan pemantauan terhadap lingkungan untuk mengetahui kecenderungan-kecenderungan yang berkembang yang mungkin mempengaruhi organisasi,
·        Mengumpulkan data masalaha yang menimbulkan kesulitan masalah yang potensial bagi organisasi,
·        Mengembangkan strategi komunikasi dan berkonsentrasi untuk mencegah munculnya krisis. Jika perusahaan dapat mengatasi ini maka besar kemungkinantodak akan terjadi krisis.
Tahap keduacrisis breakout’ atau ‘acute crisis’ yakni telah terjasi kejadian yang menyebabkan perusahaan mulai mengalami kerugian. Dalam tahap ini kerusakan benar-benar terjadi. Jika kemudian perusahaan tidak dapat mengatasinya, kerusakan kelanjutan akan terjadi. Pada tahap inilah manajemen perusahaan menghadapai ujian yang sangat berat. Pada awalnya perusahaan mungkin akan menolak adanya krisis,tetapi pada akhirnya organisasi harus menyadari dan mengakui bahwa krisis itu benar-benar terjadi.
Tahap ketiga yaitu tahap ‘abatement’ (peredaan) atau ‘chronic crisis stage’. Pada tahap ini sering juga disebut sebagai tahap transisi atau ‘clean-up stage’. Organisasi berusaha untuk menangani atau berusaha kembali dan melakukan perubahan-perubahan penting. Saat ini perusahaan mungkin harus  menyelesaikan maslaah tuntutanberbagai pihak yang antara lain dapat berbentuk pemberian kompensasi, ganti rugi dan masalah-masalah hokum lainnya.
Tahap keempat, ‘crisis resolution stage’ atau ‘termination stage’ yaitu ada tanda-tanda penyelesaian akhir yang menandakan bahwa krisis tidak lagi merupakan ancaman bagi perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan sudah mulai sembuh, artinya krisis mereda. Pada tahap ini perusahaam harus melanjutkan perhatian pada berbagai publiknya, melanjutkan pemantauan terhadap masalah sampai berkurang, melanjutkan informasi kepada media terutam tentang berbagai tindakan yang dilakukan perusahaan, mengevalusi rencana penanganan krisis untuk mengantisipasi hal terburuk apabila muncul kembali kirisis tersebut.
Ø  Tipe dan Penyebab Krisis
Sel 1 adalah krisis yang disebabkan adanya kegagalan teknis ekonomi di dalam organisasi. Kegagalan teknologi misalnya adalah kaasus Bhopal India yang disebabkan rusaknya rancangan pabrik dan oeralatan perusahaan.
Sel2 adalah krisis yang disebabkan factor teknis ekonomis yang terjadi di luar perusahaan. Perusakan lingkungan, bencana alam, pengambila alihan yang kasar. Krisis sosisal sperti di Indonesia, krisis tukar mata uang merupakan beberapa contoh yang menonjol.
Sel3 adalah krisis yang disebabakanb oleh fakti-faktor sosial/ manusia dan manajemen yang bersumber di dalam perusahaan. Misalnya krisis kegagalan berdaptasi terhadap lingkungan, sabotase oleh karyawan, pemogokan buruh, kerusakan produk, kegiatan-kegiatan illegal dan adanya penyakit karena pekerjaan. Kirisi ini terjasi karena adanya kesalahan dari proses sosial dana sistem organisasi.
Sel4 adalah krisis yang terjasi karena faktor-faktor sosial di luar lingkungan organisasi. Ini terjadi kerena aktor-aktor di luar organisasi bereaksi sexcara negative terhadap perusahaan. Kecelakaan karena sabotase, off-site product tampering merupakan beberapa contoh jenis krisis.
Atau Krisis juga dikategorikan menjadi lima yaitu:
1.    Krena kesalahan manusia
2.    Karena kegagalan teknologi
3.    Karena alasan sosial (kerusushan, sabotase, ataupun teroris, dsb)
4.    Karena berkaitan dengan bencana alam
5.    Karena ketidak becusan manajemen
Menurut Combs dengan menggunakan dua dimensi kriteria, intentional unintentional dan internal-external maka menghasilkan empat jenis krisis yaitu:
ü  Fax paus, krisis yang terjadi karena adanya tindakan sengaja oleh aktor diluar perusahaan
ü  Accidents, sebuah krisis yang terjadi karena tindakan tidak sengaja
ü  Transgression (pelanggaran hukum), krisis yang disebabkan oleh tindakan sengaja organisasi, sehingga public menjadi korban
ü  Terorisme, krisis yang disebabkan tindakan yang dilakukan oleh orang di luar perusahaan untuk menciptakan krisis dalam suatu perusahaan.

Komunikasi Krisis
Hal yang disebabkan bahwa krisis antara lain dicirikan oleh adanya ketidakpastian, konflik kepentingan, kompleksitas dan keterlibatan emosional. Dengan kata lain dapat dikatakan, komunikasi selama krisis terjadi menjadi bagian penting dari proses penyelesaian krisis. Agar tidak menjadi komunikasi yang krisis, harus dapat mengenali publik. Membagi publik kedalam kategori :
♦   enabling publik, yakni publik yang punya kekuasaan untuk memutuskan suatu persoalan
functional publik, yakni kelompok orang yang menjadikan sebuah organisasi dapat  berputar.
♦  normative publik, yakni kelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dengan organisasi.
diffuse publik, yakni kelompok orang yang secara tidak langsung berhubungan dengan organisasi dalam suatu krisis.

KULTUR ORGANISASI/ BUDAYA PERUSAHAAN
“ Cutlip mendefinisikan kultur organisasi adalah keseluruhan nilai, symbol, makna , keyakinan,asumsi dan ekspektasi yang dianut bersama yang mengorganisir dan mengintergrasikan sekelompok orang yang bekerjasama. “

Kultur organisasi seringkali merupakan hal yang membedakan dari organisasi lainya dan jika dikelola dengan baik –dapat menjadi asset yang berharga dalam membangun kepaduan dan teamwork di dalam organisasi dan menghasilkan efektivitas organisasional dalam mencapai tujuannya. Kultur organisasional mendefinisikan nilai dan norma yang di pakai oleh pembuat keputusan dalam organisasi. Pandangan dan kultur organisasi mendefinisikan tentang tanggapan yang tersedia dalam situasi isu tertentu. Meskipun sering kali tidak dibicarakan,kultur organisasi sangat mempengaruhi bagaimana perilaku didefinisikan dalam organisasi ,termasuk mendefinisikan siapa yang punya kekuasaan dan bagaimana mereka menggunakan kekuasaan itu.
           
Kultur Organisasi atau sering disebut dengan budaya perusahaan dapat di artikan sebagai makna dan asumsi bersama yang di anut oleh anggota kelompok . yang lain memfokuskan kepada kultur sebagai system bersama atau norma kelompok di dalam organisasi. Kultur organisasi adalah factor penting karena ia memberikan dampak yang signifikan pada model PR sebagai praktik organisasi.

Ada dua macam kultur Organisasi :
1.    Kultur Organisasi Otoritarian
Kultur organisasi ini muncul dari pandangan dunia yang asimetris . dalam tipe kultur ini, proses komunikasi distrukturisasi dan diformalisasikan dalam hirearki pembuatan keputusan .
2.    Kultur Organisasi Partisipatif
Kultur organisasi ini didasarkan pada pandangan yang simetris yang menghargai dialog dan input dua arah.
Langkah awal adalah usaha mengenali, menemukan, menyadari dan menguraikan Budaya Perusahaan yang build-in di dalam organisasi. Hal-hal yang ditemukan pada usaha itu sendiri dari: norma-norma positif dan norma-norma negatif, atau hal-hal yang hendak dipertahankan atau diperkuat dan hal-hal yang merupakan perselisihan antara apa yang ditemukan dengan Budaya Perusahaan yang dikehendaki.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar